Rudal Hipersonik TAYFUN Turki Membuat Kapal Induk Tidak Lagi Aman?

14 hours ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kapal induk selama puluhan tahun menjadi simbol tertinggi kekuatan laut. Dengan puluhan pesawat tempur, ribuan personel, radar berlapis, serta kapal-kapal pengawal, armada ini dapat membawa kekuatan udara sebuah negara mendekati wilayah lawan tanpa membutuhkan pangkalan darat.

Namun, keberhasilan terbaru Turki menguji rudal balistik TAYFUN Block-3 memperlihatkan bahwa kapal perang terbesar sekalipun kini menghadapi ancaman baru. Bukan hanya rudal jelajah yang meluncur rendah di atas permukaan laut, melainkan rudal balistik berkecepatan sangat tinggi yang menukik dari lapisan atas atmosfer dan mengoreksi arah pada detik-detik terakhir.

Pada Sabtu, 4 Juli 2026, Roketsan menguji TAYFUN Block-3 terhadap kapal nirawak permukaan yang bergerak bebas di Laut Hitam. Sasaran sepanjang sekitar tujuh meter itu dihantam menggunakan hulu ledak aktif setelah perangkat pencari sasaran rudal menguncinya pada fase terminal. Roketsan menyebut target dihancurkan dengan “presisi bedah” ketika rudal melaju pada kecepatan hipersonik.

Uji coba tersebut menunjukkan pertama kalinya Turki mendemonstrasikan rudal balistik domestiknya menghantam sasaran maritim bergerak. Naval News pada Rabu, 8 Juli 2026, menilai kemampuan itu, apabila kelak dinyatakan operasional, dapat menjadikan Turki anggota NATO pertama yang secara terbuka mendemonstrasikan kemampuan rudal balistik antikapal atau anti-ship ballistic missile (ASBM).

Kepala Kepresidenan Industri Pertahanan Turki Haluk Görgün mengatakan pengujian itu telah membawa kemampuan serangan presisi jarak jauh Turki ke tingkat berikutnya.

“Versi TAYFUN Block-3 kembali membuktikan keberhasilannya dengan menghantam sasaran bergerak secara presisi,” kata Görgün, sebagaimana diberitakan Janes pada Selasa, 7 Juli 2026.

Hal ini semakin kuat setelah CEO Roketsan Murat İkinci mengungkapkan bahwa produksi TAYFUN Block-1, Block-2, dan Block-3 sedang berjalan. Ia juga menyebut keluarga rudal itu memperoleh perhatian serius dari negara-negara NATO, termasuk kemungkinan kerja sama pengembangan kemampuan serupa.

“TAYFUN adalah rudal hipersonik. Perangkat pencari dan kemampuan menyerang target bergerak memberi efek gentar sangat serius di laut,” ujar İkinci, sebagaimana diberitakan Anadolu Agency pada Selasa, 7 Juli 2026.

Read Entire Article
Food |