Seminar Nasional Jejak Kepahlawanan Sultan HB II Bakal Dihadiri Presiden hingga Sultan HB X

1 hour ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Upaya pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) II memasuki babak baru yang krusial. Sejumlah tokoh nasional di antaranya Presiden RI Prabowo Subianto dan Sultan HB X, direncanakan hadir sebagai pembicara kunci (keynote speaker) bersama dalam Seminar Nasional bertajuk 'Jejak Kepahlawanan Sultan HB II'.

Kehadiran orang nomor satu di Indonesia dan Sultan Hamengkubuwono X tersebut dinilai menjadi momentum emas. Selain kapasitasnya sebagai kepala negara, Presiden Prabowo memiliki kedekatan historis secara personal sebagai bagian dari keturunan (trah) sang Sultan yang dikenal gigih melawan penjajah kolonial tersebut.

​Perwakilan Trah Sultan HB II, Fajar Bagoes Poetranto, mengungkapkan bahwa kehadiran Presiden Prabowo Subianto dan Sri Sultan Hamengku Buwono X akan memberikan bobot tersendiri bagi pengakuan sejarah bangsa.

​"Kehadiran Presiden Prabowo Subianto sangat dinantikan. Apalagi, beliau memiliki kedekatan historis sebagai bagian dari trah Sultan HB II," ungkap Fajar Bagoes Poetranto

​Seminar yang rencananya diselenggaran secara hybrid di Jakarta, diinisiasi oleh Yayasan Vasiati Socaning Lokika ini dirancang sebagai langkah strategis untuk merampungkan naskah akademik—syarat administrasi terakhir yang akan diajukan ke Kementerian Sosial RI.

​"Acara ini direncanakan mengundang tokoh nasional, termasuk Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Sri Sultan Hamengku Buwono X. Fokus utamanya adalah membedah konsistensi Raden Mas Sundoro dalam menentang kolonialisme, termasuk peristiwa Geger Sepehi 1812," katanya.

​Sejalan dengan rencana kehadiran Presiden Prabowo Subianto, gelombang dukungan dari masyarakat bawah semakin tak terbendung. Warga Desa Pagerejo, Wonosobo, secara kompak mengabadikan nama kecil sang Sultan, Raden Mas Sundoro, pada aset-aset vital desa mereka.

Melalui Musyawarah Desa (Musdes) yang dihadiri tokoh adat, agama, dan perangkat desa, Pemerintah Desa Pagerejo resmi menamai Gedung Serbaguna dan Gedung Kesenian mereka dengan nama Raden Mas Sundoro. Hal ini didasari fakta sejarah bahwa Dusun Pagerotan di Desa Pagerejo merupakan tempat kelahiran Sultan HB II.

"Langkah ini menjadi modal sosial yang kuat. Ini adalah bentuk penghormatan sekaligus bukti administrasi bahwa Sultan HB II memiliki akar sejarah yang kuat di sini," ujar Sekretaris Desa Pagerejo, Tuwat Muhandoyo.

Sultan HB II atau Raden Mas Sundoro tercatat dalam sejarah sebagai raja Jawa yang paling keras kepala dan konsisten menentang campur tangan kolonial, baik Belanda (Daendels) maupun Inggris (Raffles).

​Perjuangannya yang berujung pada pengasingan berkali-kali ke Pulau Pinang hingga Ambon dianggap telah memenuhi kriteria syarat UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

​Fajar Bagoes Poetranto optimistis, dengan sinergi naskah akademik yang kuat serta dukungan moral dari Presiden Prabowo dan Sri Sultan Hamengkubuwono X, pengakuan resmi negara bisa terealisasi tahun ini.

​"Kami menargetkan tahun 2026 ini gelar Pahlawan Nasional sudah bisa disematkan. Kami memohon doa restu agar sosok Raden Mas Sundoro segera mendapatkan tempat terhormat atas dedikasinya menjaga kedaulatan tanah Jawa," kata Fajar Bagoes Poetranto.

Read Entire Article
Food |