Tokoh Adat Sebut PLTP Lahendong Bisa Sejalan dengan Pelestarian Warisan Budaya

2 hours ago 8

Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, TOMOHON— Keberadaan dan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, dinilai tidak memberikan dampak negatif terhadap keberadaan maupun kelestarian situs Waruga yang merupakan bagian penting dari warisan budaya masyarakat Minahasa.

Waruga merupakan situs peninggalan budaya masyarakat Minahasa berupa peti kubur batu yang menjadi bagian dari sejarah dan tradisi masyarakat pada masa lalu. Keberadaannya hingga kini tetap dijaga sebagai warisan budaya masyarakat Minahasa.

Ketua Lembaga Adat Kebudayaan Tombulu (LAKT) "Tawaang" Kota Tomohon, Ibrahim Ratulangi Tular, menegaskan keberadaan PLTP tidak perlu dipertentangkan dengan upaya pelestarian situs budaya.

Menurutnya, operasional pembangkit panas bumi dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian sekitar 100 Waruga yang tersebar di Tomohon.

Dia menyatakan sebagai warisan budaya yang sangat penting bagi masyarakat Minahasa tentu kelestariannya harus terus dijaga.

"Namun, kita juga perlu melihat persoalan ini secara objektif berdasarkan kondisi di lapangan," kata dia.

Ibrahim menegaskan, kehadiran dan operasional PLTP tidak memberikan pengaruh negatif terhadap keberadaan maupun kelestarian situs Waruga.

diaa menambahkan, aspek kelestarian lingkungan dan alam menjadi bagian penting dalam operasional pembangkit panas bumi.

Aktivitas dilakukan dengan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar serta ketentuan yang berlaku.

Dia menegaskan tidak tepat apabila keberadaan PLTP kemudian dikaitkan dengan ancaman terhadap situs budaya.

Selama operasional dilakukan secara bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan lingkungan, alam, dan warisan budaya, keduanya dapat berjalan beriringan.

Lebih lanjut, Ibrahim menyebut kondisi Waruga di sekitar kawasan Lahendong menjadi gambaran nyata bahwa aktivitas pembangkitan listrik dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga warisan budaya. Terlebih, operasional PLTP di kawasan tersebut telah berlangsung lebih dari 25 tahun.

“Kalau kita melihat kondisi Waruga yang ada di sekitar kawasan ini, keberadaannya tetap terjaga dan nilai sejarah serta budayanya tetap lestari," tutur dia.

Read Entire Article
Food |