REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Di akhir zaman, manusia akan menghadapi begitu banyak cobaan. Cobaan itu datang silih berganti, semakin berat, semakin luas, dan semakin sulit dihindari.
Kita hidup di masa yang oleh banyak hadis disebut sebagai masa penuh fitnah dan ujian. Namun, di antara seluruh fitnah tersebut, ada satu fitnah yang paling besar, paling dahsyat, dan paling berbahaya sejak Nabi Adam ‘alaihis salam hingga hari kiamat, yaitu fitnah Dajjal.
Tidak ada seorang nabi pun kecuali telah memperingatkan umatnya tentang bahaya Dajjal. Nabi Nuh ‘alaihis salam telah memperingatkan kaumnya. Nabi Musa ‘alaihis salam juga mengingatkan Bani Israil tentangnya.
Akan tetapi, nabi yang paling keras dan paling banyak memperingatkan umatnya tentang fitnah Dajjal adalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dajjal akan muncul secara tiba-tiba di tengah manusia ketika mereka berada dalam keadaan lalai. Dalam hadis disebutkan bahwa ia akan muncul dari arah antara Syam dan Irak.
Manusia pada waktu itu bukan sepenuhnya melupakan Dajjal, tetapi mereka terlena oleh kehidupan dunia, sibuk dengan urusan masing-masing, dan tidak lagi menjadikan peringatan tentang Dajjal sebagai perhatian utama.
عن الصعب بن جثَّامة الليثي رَضِيَ اَللَّهُ عَنْه قال: قال النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لا يخرج الدجال حتى يذهل الناس عن ذِكره، وحتى تترك الأئمة خبرهُ على المنابر
Diriwayatkan dari Ash-Sha‘b bin Jatsamah Al-Laitsi radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dajjal tidak akan keluar hingga manusia lalai dari mengingatnya, dan hingga para imam meninggalkan pembicaraan tentangnya di atas mimbar-mimbar.” (HR Ahmad)

7 hours ago
6












































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5447649/original/009619000_1765960341-pexels-qjpioneer-5652188.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5210295/original/020455400_1746503932-cef51a0b-171c-465c-b961-0b620c5bafe2.jpg)

