Aktor Mark Ruffalo Dituduh Antisemit, George Clooney ‘Pasang Badan’

2 hours ago 9

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktor George Clooney membela Mark Ruffalo dari tuduhan antisemitisme terkait kritiknya terhadap rencana akuisisi Warner Bros Discovery oleh Paramount Skydance. Menurut Clooney, Ruffalo memiliki hak untuk menyuarakan pandangannya secara bebas.

Hal itu diungkap dalam konferensi pers Festival Film Venesia, Rabu (2/9/2026) waktu setempat, di mana ia akan menerima penghargaan Golden Lion untuk pencapaian seumur hidup. Clooney juga mengatakan bahwa kebebasan berpendapat menjadi pilar utama negara demokrasi.

"Saya mendukung Mark Ruffalo untuk berbicara secara bebas. Menurut saya, konyol jika kita melarang orang berbicara. Saya menjunjung tinggi kebebasan berpendapat, bahkan ketika saya sama sekali tidak sependapat dengan hal yang disampaikan. Itu penting, bukan? Lagipula, hal itu merupakan bagian dari cara kerja demokrasi," kata Clooney dilansir laman The Guardian, Kamis (3/9/2026).

Ia kemudian memberikan dukungan personal kepada Ruffalo. Menurut Clooney, pemeran superhero Hulk tersebut adalah sosok yang baik. "Saya akan selalu mendukung kebebasan Mark Ruffalo untuk berbicara. Saya menyukainya. Dia orang yang baik," kata dia.

Clooney sendiri mengungkap kekhawatirannya terhadap rencana Paramount mengakuisisi Warner Bros Discovery. Menurut dia, langkah ini bisa berdampak pada pengurangan jumlah pekerja.

"Saya khawatir ketika sebuah perusahaan besar mengakuisisi perusahaan lain. Saya khawatir hal itu berarti banyak orang akan kehilangan pekerjaan mereka," kata Clooney.

Polemik ini bermula ketika Ruffalo mengkritik rencana akuisisi Warner Bros Discovery oleh Paramount Skydance. Pada 21 Agustus 2026, Ruffalo mengunggah sejumlah Instagram Stories yang menyoroti hubungan Oracle dengan Israel. Oracle merupakan perusahaan teknologi yang didirikan bersama oleh Larry Ellison, ayah David Ellison, CEO Paramount Skydance.

Ruffalo juga membagikan video Safra Catz, mantan CEO Oracle dan kini wakil ketua eksekutif perusahaan tersebut, ketika berbicara dalam pertemuan Israeli-American Council National Summit di Washington DC pada akhir 2024. Dalam video tersebut, Catz mengatakan Oracle telah melakukan sejumlah upaya untuk mendukung agenda militer Israel.

"Ada beberapa hal yang kami lakukan, yang sebenarnya tidak bisa saya bicarakan, demi mendukung agenda militer Israel. Oracle memiliki teknologi yang sangat menakutkan dan perusahaan tersebut ingin memastikan teknologi itu tersedia untuk upaya tersebut," kata Catz.

Ruffalo kemudian mengaitkan teknologi Oracle tersebut dengan genosida di Gaza oleh Israel. la menyebut genosida di Gaza dibangun di atas sistem penindasan apartheid yang didukung teknologi Oracle.

Ruffalo memperingatkan bahwa teknologi tersebut berpotensi menjadi bagian dari salah satu konglomerat media terbesar jika merger Paramount Skydance dan Warner Bros Discovery terwujud. "Teknologi-teknologi ini kemungkinan besar akan digabungkan ke dalam salah satu konglomerat media terbesar di dunia dan suatu hari nanti digunakan terhadap kalian," tulis Ruffalo dalam unggahannya.

Read Entire Article
Food |