Doa Gantikan Kembang Api, Swara Prambanan Menutup Tahun dengan Hati

16 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Swara Prambanan menutup pergantian tahun dengan cara yang berbeda. Tanpa gemuruh kembang api, perayaan di kawasan Candi Prambanan berlangsung dalam suasana yang hangat, hening, dan sarat makna.

Di bawah langit yang tenang, ribuan pasang mata menyambut datangnya waktu baru bukan sebagai pesta semata, melainkan sebagai momen untuk menunduk, merenung, dan kembali merasakan arti kebersamaan.

Keputusan untuk tidak menghadirkan kembang api menjadi bentuk empati dan kepedulian Swara Prambanan terhadap saudara-saudara di berbagai wilayah Indonesia yang tengah menghadapi bencana. Perayaan ini mengajak semua yang hadir memaknai akhir tahun dengan kesadaran dan rasa kemanusiaan, bahwa di balik suka cita, ada doa dan perhatian yang perlu dibagikan untuk sesama.

Mengawali malam hari, Swara Prambanan menghadirkan lima pemuka agama untuk memimpin doa bersama. Doa-doa dipanjatkan sebagai simbol kebersamaan lintas iman, sekaligus harapan akan keselamatan, ketabahan, dan pemulihan bagi mereka yang sedang menghadapi masa sulit. Di hadapan siluet Candi Prambanan yang megah, momen ini menjadi pengingat bahwa perbedaan keyakinan dapat berpadu dalam satu tujuan yang sama: kemanusiaan.

CEO GOLDLive Indonesia Faqih Mulyawan mengungkapkan Swara Prambanan dirancang sebagai perayaan yang mengajak penonton berbagi kepedulian. Dia  percaya musik dan budaya bisa menjadi medium untuk saling menguatkan, terutama di momen akhir tahun.

"Kami menghaturkan doa kepada langit, dengan harapan bisa menguatkan saudara-saudara kita yang terkena bencana," kata Faqih.

Menjelang tengah malam, Swara Prambanan 2025 diawali dengan Sendratari Cendhik Art Dance yang membawakan kisah Roro Jonggrang, menghadirkan nuansa budaya di kawasan Prambanan.

Panggung Bernuansa Budaya

Direktur Komersial IDM  Gistang Richard mengatakan keunikan Swara Prambanan 2025 tertelak pada panggung utama."Di sela-sela performance musik kita juga menampilkan pagelaran budaya Roro Jonggrang sebanyak 3 phase dengan plot twist cerita yang menarik. Dikali ketiga Swara Prambanan kali ini bukan hanya menampilkan penampilan musik. Tapi juga memadukan soal warisan budaya yang harus kita banggakan,” kata Gistang.

Panggung kemudian dimeriahkan oleh Denny Caknan. Dia mengajak ribuan penonton bernyanyi bersama dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.

Malam kian terasa emosional saat Padi Reborn hadir di atas panggung. Menjelang pergantian tahun, seluruh penampil mengajak penonton menyalakan flashlight ponsel secara serentak, menciptakan lautan cahaya yang hening dan sarat makna.

Fadly selaku vokalis Padi Reborn mengungkapkan lewat suara dan doa, ia berharap Indonesia segera pulih dan dijauhkan dari marabahaya. “Lewat suara dan doa yang sederhana kita berharap dan menitipkan keadaan, semoga Indonesia segera pulih, dikuatkan, dan dijauhkan dari segala marabahaya," kata Fadli.

Sesaat sebelum pergantian tahun, sesi hening kembali dilakukan. Penonton diajak berhenti sejenak dari sorak dan musik, memberi ruang untuk refleksi atas perjalanan setahun ke belakang.

Dalam keheningan itu, Swara Prambanan mengajak setiap individu menutup tahun dengan rasa syukur, kesadaran diri, dan harapan akan langkah yang lebih baik di tahun yang akan datang.

Tanpa kembang api, malam pergantian tahun di Swara Prambanan 2025 ditutup dengan doa, cahaya, dan keheningan yang menyentuh. Sebuah penutup yang sederhana namun kuat, menegaskan bahwa perayaan tidak selalu harus gemerlap. Terkadang, diam, doa, dan kepedulian justru menjadi cara paling tulus untuk menyambut tahun baru.

Read Entire Article
Food |