Indeks Keyakinan Konsumen Turun di Desember 2025, BI Masih Optimistis

16 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) mencatat indeks keyakinan konsumen (IKK) pada Desember 2025 mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Meski demikian, BI menegaskan IKK Desember 2025 tetap menunjukkan keyakinan konsumen yang positif terhadap kondisi ekonomi.

“Survei konsumen BI pada Desember 2025 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat. Hal ini tecermin dari IKK Desember 2025 yang berada pada level optimis (indeks di atas 100) sebesar 123,5,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya, Jumat (9/1/2026).

IKK Desember 2025 tercatat lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. BI mencatat, IKK pada November 2025 sebesar 124, meningkat dari bulan sebelumnya yang tercatat 121,2. Meski turun secara bulanan, level IKK Desember 2025 tetap berada pada zona optimis karena masih di atas angka 100.

“Tetap kuatnya keyakinan konsumen pada Desember 2025 ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang masing-masing tercatat sebesar 111,4 dan 135,6,” ujarnya.

Lebih lanjut, Denny menjelaskan, persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini atau IKE tetap kuat. Hal ini tercermin dari IKE Desember 2025 sebesar 111,4 yang relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 111,5. Kuatnya IKE bersumber dari kenaikan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) yang tercatat sebesar 106,5, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 103,7.

Sementara itu, Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama atau durable goods (IPDG) tercatat berada pada level optimis, masing-masing sebesar 120,2 dan 107,6.

Keyakinan konsumen terhadap penghasilan saat ini tercatat tetap optimis. Berdasarkan kelompok pengeluaran, indeks tercatat meningkat pada responden dengan pengeluaran Rp 4,1—5 juta dan Rp 3,1—4 juta. Sementara itu, kelompok pengeluaran lainnya mengalami penurunan persepsi terhadap penghasilan saat ini. Dari sisi usia, seluruh kelompok mengalami penurunan indeks, kecuali responden usia 31—40 tahun.

Read Entire Article
Food |