REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Komunitas Buah Batu Corps (BBC) menyesalkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Kota Bandung khususnya di Jalan Buahbatu ditiadakan gara-gara menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Potensi kerugian yang ditemukan mencapai Rp 2,7 miliar.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Komunitas BBC Bagus Machdiantoro mengatakan CFD Buahbatu pertama kali digagas oleh komunitas BBC tahun 2011 dan dikelola secara mandiri hingga tahun 2019. Namun, pascacovid-19 diambil alih oleh Pemkot Bandung berdasarkan keputusan Wali Kota Bandung era Wali Kota Bandung Yana Mulyana.
Setelah dipegang Pemkot Bandung, ia menyebut belum lama ini tahun 2026 terdapat temuan BPK terkait CFD di Jalan Dago, Jalan Buahbatu dan Car Free Night (CFN) di Jalan Braga. Terdapat potensi kerugian mencapai Rp 2,7 miliar karena anggaran digunakan bukan untuk aparatur sipil negara (ASN).
"Dulu dikelola secara mandiri sejak tahun 2011 sampai tahun 2019, lalu diambil alih. Sekarang ada temuan walau tidak semua ke situ (CFD Buahbatu), ada tiga titik," ucap dia didampingi Sekjen Irvan Bakri Irawan di kantor komunitas BBC, Kamis (10/9/2026).
Ia menyayangkan pernyataan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan yang menyebut bahwa dana Rp 2,7 miliar digunakan untuk pihak-pihak di luar ASN yaitu warga dan komunitas. Dengan kondisi itu, Bagus mengaku sudah melayangkan audiensi untuk mengklarifikasi hal itu.
"Statement ada dana dialirkan ke non ASN dan komunitas terganggu dengan statement komunitas. Ini perlu dijelaskan dan kami sudah mengirim surat ke wali kota," kata dia.
Sejauh ini, pihaknya tidak pernah digubris saat mengajukan audiensi. Saat dikelola komunitas BBC, ia menyebut CFD Buahbatu digelar satu bulan empat kali sedangkan saat dikelola pemerintah sebulan dua kali.
"Dulu 500 pedagang dan tidak ada pungutan apapun hanya partisipasi dana kebersihan. Ada yang Rp 1.000, Rp 2.000 paling besar Rp 10.000," kata dia.
Sedangkan kehadiran petugas polisi dan TNI saat dikelola komunitas BBC, Ia mengatakan ikut membantu.
Sementara itu, perwakilan hukum komunitas BBC Rio Oktario mengatakan setelah dipegang Pemkot Bandung, CFD Buahbatu dan lainnya mendapatkan anggaran sebesar kurang lebih Rp 3 miliar. Namun, saat ini muncul temuan potensi kerugian Rp 2,7 miliar.
Ia menilai adanya temuan tersebut bukti pengelolaan kurang tepat dan kurang berpengalaman. Ia menyebut pengelolaan CFD pun ternyata dikerjasamakan oleh Pemkot Bandung ke swasta.
Sebelumnya, Pemkot Bandung menghentikan sementara pelaksanaan car free day (CFD) dan Braga Bebas Kendaraan (Braga Beken) di akhir pekan karena temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) terkait potensi kerugian keuangan daerah. BPK menemukan penggunaan anggaran Rp 2,7 miliar untuk belanja jasa ketenteraman dalam penyelenggaraan kegiatan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan membenarkan adanya temuan BPK terkait potensi kerugian keuangan daerah dalam penyelenggaraan kegiatan CFD dan Braga Beken. Ia menyebut terdapat potensi kerugian mencapai Rp 2,7 miliar.
"Betul. Saya memang sedang melakukan kajian yang sangat dalam. Teman-teman juga meminta agar tetap dilaksanakan CFD tapi karena ada temuan dari BPK ini, maka semuanya jadi ragu-ragu dan takut," kata dia belum lama ini.
Ia mengatakan pengehntian sementara kegiatan CFD dan Braga Beken dilakukan sebagai langkah kehati-hatian. Farhan mengaku tengah mempelajari semua hal itu dan apakah dapat diselenggarakan kembali.
Farhan mengatakan anggaran tersebut dibayarkan kepada personel non ASN. Ia ingin memastikan semua pelaksanaan kebijakan mematuhi aturan yang ada.
"Kalau aturannya sudah beres semuanya, Insya Allah kedua program itu akan dibuka lagi," kata dia.
Ia melanjutkan belum dapat memastikan kapan kegiatan dapat dibuka kembali. Sebab Pemkot Bandung masih menunggu hasil kajian terhadap temuan BPK dan penyelesaian persoalan yang berkaitan dengan penggunaan anggaran.
Farhan melanjutkan CFD Dago dan Buahbatu selama ini menjadi ruang publik yang dimanfaatkan warga untuk berolahraga dan melakukan berbagai aktivitas pada akhir pekan. Kehadiran kegiatan memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM.
"CFD baik yang di Buah Batu maupun yang di Dago, bagaimanapun memberikan ruang kepada masyarakat untuk berinteraksi, dapat ruang publik baru, terus UMKM juga bisa buka," kata dia.

8 hours ago
13
















































