REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis pada Mei 2026 tidak dapat dipandang sebagai agenda diplomatik biasa.
Menurut anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Azis Subekti, lawatan tersebut merupakan bagian dari langkah strategis Indonesia untuk menempatkan diri dalam arsitektur ekonomi dan keamanan Indo-Pasifik yang tengah dibentuk dunia.
"Sering kali sejarah bergerak tanpa disadari pada saat peristiwa itu terjadi. Yang terlihat hanya seremoni, pertemuan bilateral, atau penandatanganan dokumen. Tetapi puluhan tahun kemudian, dunia baru menyadari bahwa di situlah arah perubahan dimulai," kata Azis Subekti kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Azis mencontohkan berbagai momentum bersejarah dunia yang pada masanya tidak langsung dipahami sebagai titik balik peradaban.
Mulai dari Konferensi Bretton Woods pada 1944 yang melahirkan tatanan ekonomi global pasca-Perang Dunia II hingga proses integrasi Eropa pada dekade 1950-an yang kemudian berkembang menjadi Uni Eropa.
Menurutnya, kunjungan Presiden Prabowo ke Paris perlu dibaca dalam perspektif yang sama, yakni sebagai bagian dari upaya Indonesia mengambil peran lebih besar dalam percaturan global yang sedang berubah.
Menurut dia, dunia saat ini berada pada salah satu titik belok paling penting sejak berakhirnya Perang Dingin. Pusat gravitasi ekonomi bergerak ke Asia, persaingan teknologi semakin menentukan kekuatan negara, dan kawasan Indo-Pasifik menjadi pusat aktivitas perdagangan dunia.
"Dalam situasi seperti ini, Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton," ujarnya.
Azis menegaskan bahwa Indonesia kini memiliki posisi yang semakin strategis di mata dunia.
Dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa, ekonomi terbesar di Asia Tenggara, letak geografis yang menghubungkan Samudra Hindia dan Pasifik, serta cadangan mineral strategis yang melimpah, Indonesia dinilai memiliki modal kuat untuk menjadi salah satu aktor penting di kawasan.
Karena itu, lanjutnya, diplomasi yang dijalankan Presiden Prabowo menunjukkan arah yang jelas, yakni memperluas kemitraan dengan berbagai kekuatan dunia tanpa terjebak pada satu blok tertentu.

10 hours ago
7











































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499312/original/081206000_1770782561-Depositphotos_132132754_XL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509321/original/086615600_1771679962-SnapInsta.to_630114161_18162147202417018_2870114530835891224_n__1_.jpg)
