REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyinggung usia Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X saat memberikan sambutan dalam acara groundbreaking pembangunan Gedung Central Medical Unit (CMU) RSUP Dr Sardjito, Kamis (8/1/2026). Menkes berharap dan berdoa Sri Sultan berusia panjang.
Ternyata, hal itu disampaikan berkaitan dengan tugasnya. Budi menyatakan dirinya akan merasa berhasil menjalankan tugas sebagai Menteri Kesehatan apabila Sri Sultan HB X dapat berusia panjang hingga menyamai usia Ratu Elizabeth II, yang wafat pada usia 96 tahun.
"Kami memahami ada perbedaan usia, tapi sebagai Kementerian Kesehatan, kami akan sangat merasa berhasil kalau Ngarsa Dalem itu usianya minimal sama dengan Queen Elizabeth di Inggris," ujar Budi, Kamis (8/1/2026).
Bahkan, Budi berharap usia Sultan HB X bisa mencapai lebih dari itu. "Ngarsa Dalem itu kepalanya harus minimal kepala sembilan, syukur-syukur kepala seratus. Kalau di bawah itu, berarti Menteri Kesehatannya gagal," katanya.
Ia menyampaikan menjaga kesehatan kepala daerah sekaligus tokoh bangsa seperti Sri Sultan HB X merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan profesional Kementerian Kesehatan. Karena itu, di momen ground breaking ini, Budi secara khusus menugaskan RSUP Dr Sardjito untuk memastikan kesehatan Sri Sultan terpantau dengan baik.
Budi berharap Sultan tetap dalam kondisi prima hingga dapat meresmikan seluruh rencana pembangunan gedung baru RSUP Dr Sardjito. "Kalau kesehatan beliau tidak terjaga, itu indikator kegagalan kami," katanya.
"Saya tugaskan ke ibu (Dirut) di RS Sardjito untuk memastikan Ngarsa Dalem itu dirawat dengan baik agar nanti pada peresmian ini sama gagahnya minimal seperti sekarang, syukur-syukur lebih gagah lagi," ujarnya menambahkan.
Dalam kesempatan tersebut, Budi juga memaparkan percepatan master plan pembangunan RSUP Dr Sardjito. Awalnya, sembilan gedung baru direncanakan rampung pada 2040. Namun, rencana itu dimajukan agar Sri Sultan dapat meresmikan semuanya secara langsung.
"Beliau sempat bilang, ‘Pak Menkes, kalau 2040 nanti yang meresmikan siapa?’ Dari situ kami berusaha keras agar targetnya dimajukan sebelum 2029,” kata Budi.
Sementara itu, Direktur Utama RSUP Dr Sardjito, dr Eniarti menjelaskan Gedung Central Medical Unit akan dibangun di atas lahan seluas 10.043,77 meter persegi. Gedung ini terdiri dari 13 lantai dan dua basement dengan luas total bangunan mencapai 55.574 meter persegi. Gedung CMU ini, lanjutnya, memiliki nilai kontrak sebesar Rp 917,97 miliar dan ditargetkan selesai dalam waktu dua tahun.
Nantinya, gedung ini akan menjadi pusat layanan medis berteknologi tinggi yang dilengkapi berbagai fasilitas modern. "Gedung CMU menjadi simbol transformasi layanan kesehatan lanjutan di Indonesia," kata Eniarti.
Adapun berbagai fasilitas yang disiapkan antara lain kamar operasi canggih yang mendukung bedah robotik, kamar operasi hibrida dengan sistem angio-CT, serta peralatan radiologi mutakhir seperti MRI 3 Tesla dan CT spectral photon-counting. Selain itu, gedung ini juga dilengkapi laboratorium produksi sel punca (stem cell), cath lab biplane, serta kapasitas layanan komprehensif berupa 52 tempat tidur emergensi, 29 kamar operasi, enam cath lab, 192 tempat tidur perawatan intensif, dan fasilitas parkir terintegrasi.
Eniarti berharap melalui pembangunan Gedung CMU dan percepatan master plan RSUP Dr Sardjito ini kualitas layanan kesehatan rujukan nasional dapat semakin meningkat dan masyarakat bisa mendapatkan layanan kesehatan terbaik. "Kami menyadari tantangan pembangunan gedung sebesar ini tidak ringan, namun kami percaya dengan gotong royong, integritas, profesionalisme, dan doa bersama, gedung Sentral Medikal Unit akan berdiri kokoh menjadi rumah harapan baru bagi pasien, keluarga, dan seluruh insan kesehatan," ujarnya.

14 hours ago
4














































