REPUBLIKA.CO.ID, BITUNG — Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) Tri Andayani mengatakan pihaknya siap mengajukan penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) untuk mendukung mobilisasi masyarakat pada arus mudik Lebaran 2026.
“Untuk angkutan Lebaran tahun 2026 ini, di setiap memasuki masa peak season seperti layaknya periode Nataru, kami selalu mengajukan kuota BBM yang kami sampaikan kepada BPH Migas melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub),” kata Tri Andayani saat ditemui di Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, Selasa (6/1/2026).
Lebih lanjut, wanita yang akrab disapa Anda itu mengatakan bahwa dalam musim liburan panjang seperti libur Hari Raya Idul Fitri memang terdapat penambahan kuota BBM, terutama saat arus mobilitas masyarakat tertinggi yang biasanya berada dalam H-14 dan H+14 pada periode mudik setiap tahunnya.
“Kalau regular ini biasanya Pelni mengonsumsi 17 ribu kiloliter (BBM), tetapi kalau masa peak season Nataru dan masa peak season Lebaran itu ada di 21 ribu (kiloliter),” ujar Anda.
Ia mengatakan hal ini dikarenakan adanya deviasi kapal menyusul kondisi sejumlah pelabuhan yang padat oleh pemudik.
“Jadi setiap peak season itu pasti akan terjadi deviasi kapal, karena memang di pelabuhan-pelabuhan tertentu padat penumpang, sehingga harus kami lakukan deviasi, kemudian kami melakukan penambahan frekuensi,” kata dia.
Penambahan frekuensi itu, lanjut Anda, juga diikuti dengan pergeseran kapal yang bakal membantu mengangkut penumpang di pelabuhan yang padat.
“Perbantuan kapal, yang pergeseran dari kapal-kapal Lebaran, kebanyakan padatnya di tengah dan di barat, maka kapal-kapal yang di timur itu diperbantukan, bergeser,” jelas Anda.
“Nah, (kapal yang) bergeser ini pakai BBM, tentu terjadi penambahan (kuota BBM) itu tadi yang biasanya per bulan 17 ribu kiloliter menjadi kurang lebih 20–21 ribu kiloliter,” ujarnya menambahkan.
Terkait usulan jumlah penambahan kuota BBM kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Anda mengatakan pihaknya berencana melakukan pengajuan setidaknya pada awal Februari.
“Ini yang untuk (penambahan kuota BBM) untuk (angkutan) Lebaran belum diusulkan ya, baru nanti di awal Februari ini akan kita usulkan, tapi BPH Migas selalu support,” katanya.
sumber : Antara

1 day ago
6










































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344879/original/037827700_1757495713-Kota_Semarang.jpg)





