Pemprov Banten Kebut Pembangunan PLTSa Atasi Sampah Lintas Daerah

20 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG — Pemerintah Provinsi Banten mempercepat pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) sebagai solusi struktural untuk persoalan sampah lintas daerah. Langkah ini ditempuh menyusul penghentian sementara pengiriman sampah Kota Tangerang Selatan ke TPSA Cilowong, Kota Serang.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan persoalan sampah tidak lagi bersifat lokal dan membutuhkan pendekatan jangka panjang berbasis infrastruktur. Menurut Andra Soni, pembangunan PLTSa menjadi salah satu jawaban atas kompleksitas pengelolaan sampah antardaerah.

“Pertama, terkait dengan sampah, seperti kita ketahui bersama, ini menjadi permasalahan nasional. Salah satu solusinya adalah pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah,” kata Andra Soni di Kota Serang, Kamis (8/1/2026).

Ia menyampaikan Provinsi Banten memperoleh dua proyek PLTSa yang masuk program strategis nasional, masing-masing di wilayah aglomerasi Tangerang Raya dan Serang Raya. Untuk Tangerang Raya, kesiapan teknis TPA Jatiwaringin disebut telah mendekati tahap akhir.

“Kesiapan Jatiwaringin, TPA Jatiwaringin sudah mencapai 95 persen, dan dalam waktu dekat kita akan melaksanakan rapat koordinasi kedua,” ujarnya.

Sementara untuk PLTSa Serang Raya, Pemprov Banten masih memfokuskan pemenuhan prasyarat utama agar proyek dapat berjalan sesuai ketentuan nasional. Andra Soni menyebut kesiapan lahan dan kuota sampah menjadi faktor krusial.

“Kedua adalah wilayah aglomerasi Serang Raya. Untuk Serang Raya ini diperkirakan sekitar Agustus. Yang harus dipersiapkan oleh Cilowong adalah kesiapan lahan dan juga kuota sampahnya. Jumlah sampahnya belum mencukupi untuk dilaksanakan program prioritas nasional PSN,” kata Andra.

Ia menegaskan pembangunan PLTSa harus dibarengi perubahan sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Menurut Andra Soni, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci agar solusi infrastruktur berjalan efektif.

“Maka, kita berusaha bersama-sama bagaimana permasalahan sampah ini bisa diatasi, termasuk juga mengubah perilaku masyarakat. Gerakan mengubah perilaku masyarakat bahwa pengelolaan sampah ini harus dimulai dari rumah tangga,” ujarnya.

Pemprov Banten menilai ketergantungan pada solusi darurat antardaerah tidak dapat berlangsung terus-menerus. Karena itu, pemerintah daerah didorong mempercepat kesiapan infrastruktur dan tata kelola sampah berkelanjutan.

Keberadaan PLTSa ditargetkan menjadi solusi permanen yang tidak hanya mengurangi beban TPA, tetapi juga menghasilkan listrik dan memperkuat kemandirian daerah. Kebijakan ini relevan setelah Pemerintah Kota Serang menghentikan sementara pengiriman sampah dari Kota Tangerang Selatan ke TPSA Cilowong untuk evaluasi dampak lingkungan dan sosial.

Sebagai langkah darurat, Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengalihkan sekitar 200 ton sampah per hari ke Cileungsi, Kabupaten Bogor, guna mencegah penumpukan sampah di permukiman dan ruang publik.

sumber : Antara

Read Entire Article
Food |