Pengamat Sebut Pabrik Emas MIND ID di Gresik Perkuat Hilirisasi dan Kedaulatan Ekonomi Nasional

5 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Langkah Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID membangun pabrik manufaktur emas logam mulia di Gresik dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat agenda hilirisasi mineral nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dan memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia.

Peneliti senior Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, mengatakan kebijakan hilirisasi di sektor mineral memiliki nilai strategis jangka panjang bagi bangsa Indonesia. Menurutnya, selama puluhan tahun Indonesia terbiasa mengekspor bahan mentah demi memperoleh pemasukan cepat, namun pola pikir tersebut kini mulai berubah melalui kebijakan hilirisasi.

"Kebijakan hilirisasi di mineral tentu punya nilai strategis jangka panjang bagi bangsa Indonesia. Selama ini kita terbiasa selama berpuluh-puluh tahun menjual barang mentah semata-mata untuk mendapat pemasukan cepat sehingga menambah pendapatan negara," kata Bawono yang dikutip Kamis (4/6/2026).

Ia menilai perubahan pendekatan ini penting agar kekayaan sumber daya alam Indonesia tidak hanya menjadi komoditas ekspor, juga mampu menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar, memperkuat industri nasional, dan meningkatkan kemandirian ekonomi bangsa.

"Mindset itu sekarang beberapa tahun terakhir diubah dengan melakukan hilirisasi. Jadi mineral tambang yang kita miliki tidak serta-merta diekspor dalam bentuk bahan mentah," ujarnya.

Bawono menambahkan, keberhasilan program hilirisasi emas ini dapat meniru keberhasilan yang telah diterapkan untuk komoditas nikel.

Pengolahan nikel di dalam negeri mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi yakni menjadi produk baterai kendaraan listrik yang siap mendukung industri kendaraan listrik Nasional. "Misalnya nikel yang dihilirisasi menjadi baterai kendaraan listrik. Program hilirisasi menghasilkan added value atau nilai tambah bagi bangsa ini," pungkasnya.

Sejalan dengan upaya tersebut, MIND ID memperkuat kemandirian ekosistem industri emas nasional melalui pembangunan pabrik manufaktur emas logam mulia di Gresik, Jawa Timur. Fasilitas yang dikelola melalui PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) itu memiliki kapasitas produksi hingga 30 ton per tahun.

Kehadiran pabrik baru tersebut akan melengkapi fasilitas manufaktur emas logam mulia ANTAM di Pulogadung, Jakarta, yang saat ini memiliki kapasitas produksi 40 ton per tahun.

Dalam rantai pasok yang terintegrasi, pasokan emas batangan akan berasal dari tambang emas ANTAM di Jawa Barat yang menghasilkan sekitar 1 ton per tahun serta Precious Metal Refinery (PMR) PT Freeport Indonesia yang mampu mengolah lumpur anoda menjadi emas batangan sekitar 50 hingga 60 ton per tahun.

Dengan dukungan rantai pasok tersebut, MIND ID menargetkan penguatan ekosistem bullion nasional guna memenuhi kebutuhan emas logam mulia dalam negeri yang diperkirakan mencapai sekitar 70 ton per tahun dan terus meningkat seiring tingginya minat masyarakat terhadap investasi emas.

Pembangunan pabrik manufaktur emas di Gresik juga menjadi bagian dari strategi memperpanjang rantai nilai industri pertambangan nasional hingga ke produk akhir yang dibutuhkan masyarakat.

Langkah ini dinilai penting mengingat Indonesia memiliki sumber daya mineral yang besar dan kini telah didukung fasilitas pengolahan berstandar internasional di dalam negeri.

Melalui penguatan ekosistem bullion yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, MIND ID berharap nilai tambah ekonomi dari sumber daya emas nasional dinikmati lebih optimal di dalam negeri, memperkuat kedaulatan industri nasional, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

Read Entire Article
Food |