Fimela.com, Jakarta - Akhir pekan adalah momen yang paling ditunggu untuk memanjakan lidah keluarga Sahabat Fimela dengan hidangan istimewa, salah satunya dengan mencoba resep cumi tumis bawang pedas untuk menu akhir pekan yang menggoda selera. Perpaduan tekstur cumi yang kenyal dengan aroma bawang yang sedap serta sensasi pedas nendang dijamin akan membuat suasana makan bersama di rumah terasa seperti di restoran seafood bintang lima.
Tidak hanya lezat, cumi-cumi juga dikenal sebagai sumber protein hewani yang sangat baik untuk mendukung energi kita selama berlibur di rumah. Melansir USDA FoodData Central, cumi-cumi mengandung nutrisi penting seperti vitamin B12 dan selenium yang baik untuk tubuh, sehingga menyajikannya untuk orang tersayang adalah pilihan yang cerdas dan sehat.
Namun, mengolah cumi membutuhkan trik khusus agar teksturnya tetap empuk dan bumbunya meresap sempurna hingga ke serat daging terdalam. Berikut resep cumi tumis bawang pedas untuk menu akhir pekan dari berbagai sumber, Senin (24/8/2026).
Bahan dan Bumbu Cumi Tumis Bawang Pedas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331699/original/098276100_1787560032-B.jpg)
Cumi tumis bawang pedas adalah hidangan laut khas rumahan yang memadukan kelembutan daging cumi segar dengan siraman bumbu aromatik melimpah, di mana irisan tebal bawang merah dan bawang bombay memberikan sentuhan manis alami yang seimbang dengan sengatan pedas dari cabai rawit. Berikut adalah daftar bahan yang perlu Sahabat Fimela siapkan. Takaran ini bisa disesuaikan dengan selera pedas keluarga di rumah.
Bahan Utama
- 500 gram cumi-cumi segar ukuran sedang, bersihkan, buang tinta (opsional), cabut tulang rawan plastiknya, dan potong cincin setebal 1,5 cm.
- 1 buah jeruk nipis, ambil air perasannya untuk marinasi.
- ½ sdt garam untuk lumuran awal.
Bumbu Iris dan Aromatik
- 10 butir bawang merah, iris kasar dan agak tebal agar teksturnya terasa serta rasa manis alami bawang keluar.
- 5 siung bawang putih, geprek dan cincang kasar.
- 1 buah bawang bombay, iris memanjang.
- 5 buah cabai merah keriting, iris serong.
- 10 buah cabai rawit merah, sesuaikan dengan level pedas, iris serong atau biarkan utuh jika ingin sensasi "ranjau".
- 3 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya.
- 2 batang serai, ambil bagian putihnya dan memarkan.
- 1 ruas jahe, memarkan atau iris korek api tipis.
- 1 batang daun bawang, potong ukuran 2 cm.
Bumbu Saus
Campurkan seluruh bahan berikut dalam mangkuk kecil:
- 2 sdm saus tiram.
- 1 sdm kecap manis.
- 1 sdt kecap asin.
- 1 sdt saus sambal (opsional untuk warna lebih merah).
- ½ sdt lada bubuk, gunakan lada hitam jika suka aroma lebih kuat.
- ½ sdt kaldu jamur/penyedap rasa.
- 1 sdt gula pasir sebagai penyeimbang rasa pedas.
- 50 ml air matang.
Cara Membuat Cumi Tumis Bawang Pedas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331700/original/003388300_1787560033-C.jpg)
Ikuti langkah-langkah berikut ini secara berurutan agar resep cumi tumis bawang pedas untuk menu akhir pekan buatanmu sukses besar:
-
Persiapan Cumi:
Setelah cumi dicuci bersih dan dipotong, lumuri dengan air perasan jeruk nipis dan garam. Remas-remas perlahan, lalu diamkan selama 10-15 menit. Setelah itu, cuci kembali hingga bersih dan tiriskan sampai benar-benar kering.
Tips: Cumi yang basah akan mengeluarkan banyak air saat ditumis, membuat bumbu menjadi encer dan proses penumisan berubah menjadi perebusan, yang bikin cumi jadi alot. Lap cumi dengan tisu dapur jika perlu.
-
Tumis Aromatik:
Panaskan 3-4 sendok makan minyak goreng dalam wajan (wok) dengan api sedang. Masukkan bawang putih dan jahe terlebih dahulu, tumis hingga kekuningan dan harum.
Selanjutnya, masukkan bawang merah dan bawang bombay. Tumis sebentar hingga layu dan transparan, namun pastikan bawang merah masih memiliki tekstur renyah.
-
Masukkan Rempah Daun:
Tambahkan serai, daun jeruk, cabai merah keriting, dan cabai rawit. Aduk cepat hingga aroma daun jeruk keluar dan cabai sedikit layu. Jangan sampai cabai gosong agar tidak pahit.
-
Proses "Flash Cooking" Cumi:
Besarkan api kompor ke level maksimal. Masukkan potongan cumi yang sudah ditiriskan tadi. Aduk cepat (stir-fry) selama 1 menit. Cumi akan mulai berubah warna dari bening menjadi putih susu dan sedikit mengkerut.
-
Penyedap Rasa:
Segera tuangkan campuran bumbu saus (saus tiram, kecap manis, dan lainnya) ke dalam wajan. Aduk rata dengan cepat agar saus menyelimuti seluruh permukaan cumi. Masak selama 1-2 menit saja. Cek rasa, jika kurang asin atau manis, tambahkan garam atau gula segera.
-
Sentuhan Terakhir:
Menjelang diangkat, masukkan potongan daun bawang. Aduk sebentar sekitar 10 detik, lalu matikan api. Sisa panas wajan akan mematangkan daun bawang tanpa membuatnya lembek.
-
Penyajian:
Pindahkan segera ke piring saji. Jangan biarkan cumi diam di wajan panas terlalu lama karena proses pematangan akan terus berlanjut (carry-over cooking).
Tips Tambahan untuk Sensasi Rasa Lebih Kaya
Untuk membuat resep cumi tumis bawang pedas untuk menu akhir pekan ini semakin spesial, Sahabat Fimela bisa memodifikasinya sedikit. Jika menyukai aroma smoky atau asap, kamu bisa membakar cumi sebentar di atas pan panggangan sebelum menumisnya dengan bumbu. Atau, tambahkan pete jika keluarga menyukainya; aroma pete yang khas akan berpadu sempurna dengan pedasnya bawang dan cabai.
Selain itu, bagi Sahabat Fimela yang sedang mengurangi garam, penggunaan saus tiram dan kecap asin bisa dikurangi, dan perbanyak penggunaan bawang putih serta lada untuk memperkuat rasa tanpa menaikkan kadar natrium secara drastis. Sebuah artikel kesehatan dari laman Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) mengingatkan kita untuk selalu bijak membatasi gula, garam, dan lemak (GGL) demi kesehatan jangka panjang, jadi cicipi dulu sebelum menambah garam meja, ya!
Menikmati cumi tumis ini paling pas dengan nasi putih hangat yang pulen dan kerupuk. Sensasi pedas gurihnya dijamin bikin nambah nasi berkali-kali. Selamat mencoba resep cumi tumis bawang pedas untuk menu akhir pekan ini, Sahabat Fimela. Semoga kehangatan masakan rumah ini bisa merekatkan hubunganmu dengan keluarga tercinta!
Rahasia Memilih Cumi Segar agar Masakan Sempurna
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331701/original/008832100_1787560033-D.jpg)
Kunci utama dari kelezatan resep cumi tumis bawang pedas untuk menu akhir pekan terletak pada kualitas bahan bakunya. Sahabat Fimela, jangan sampai salah pilih saat berbelanja di pasar atau swalayan. Mengutip panduan dari laman Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta tips kuliner dari berbagai koki profesional, berikut ciri-ciri cumi segar yang wajib kamu tahu:
- Mata yang Jernih: Cumi segar memiliki mata yang menonjol, bening, dan tidak keruh. Hindari cumi yang matanya sudah merah atau cekung ke dalam.
- Kulit Putih Kelabu dengan Bintik Kemerahan: Kulit ari cumi harus masih utuh dan tidak mudah terkelupas. Jika kulitnya sudah banyak yang hilang atau berwarna ungu gelap kusam, tandanya cumi tersebut sudah lama terkena suhu ruang.
- Tekstur Kenyal: Saat ditekan dengan jari, daging cumi segar akan segera kembali ke bentuk semula. Cumi yang sudah tidak segar cenderung lembek dan meninggalkan bekas tekanan.
- Aroma Laut Segar: Cumi yang baik berbau khas laut, bukan bau amis menyengat atau bau busuk yang mengganggu.
Sains di Balik Memasak Cumi: Agar Anti-Alot
Sering kali kita takut memasak cumi karena khawatir hasilnya akan sekeras karet ban. Mengapa ini bisa terjadi? Secara ilmiah, daging cumi terdiri dari serat protein yang sangat rapat dan jaringan ikat kolagen.
Menurut Harold McGee dalam bukunya yang legendaris, On Food and Cooking: The Science and Lore of the Kitchen, ada dua aturan emas dalam memasak cumi: masaklah sangat cepat (kurang dari 3 menit) atau sangat lama (lebih dari 30 menit dengan api kecil/metode braising).
Untuk menu tumisan seperti resep cumi tumis bawang pedas untuk menu akhir pekan ini, kita akan menggunakan metode flash cooking atau memasak cepat dengan suhu tinggi. Pemanasan yang berlebihan pada durasi tanggung, misalnya 5-10 menit, justru akan membuat serat protein mengerut ekstrem dan menjadi keras. Jadi, pastikan wajanmu benar-benar panas sebelum cumi masuk!
Mengapa Cumi Tumis Bawang Pedas Jadi Pilihan Tepat?
Sebelum kita masuk ke dapur, ada baiknya Sahabat Fimela mengetahui mengapa hidangan ini sangat direkomendasikan. Selain rasanya yang comforting, cumi-cumi memiliki profil nutrisi yang mengesankan. Berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan (2019) dari Universitas Airlangga, daging cumi-cumi (Loligo sp.) mengandung asam amino esensial yang lengkap dan mudah dicerna oleh tubuh karena tidak memiliki tulang belakang.
Dalam setiap 100 gram cumi segar, terkandung sekitar 15-16 gram protein dengan kalori yang relatif rendah, yaitu sekitar 92 kkal. Ini menjadikan resep cumi tumis bawang pedas untuk menu akhir pekan sebagai opsi menu yang tidak hanya memanjakan lidah tetapi juga menjaga asupan kalori tetap terkontrol, asalkan penggunaan minyaknya bijak, ya! Selain itu, kandungan mineral seperti tembaga (copper) dalam cumi membantu pembentukan sel darah merah, menjadikannya menu padat gizi untuk pemulihan energi setelah seminggu beraktivitas.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Olahan Cumi
1. Bagaimana cara mengatasi cumi yang terlanjur alot saat dimasak?
Jika cumi terlanjur dimasak terlalu lama dan menjadi alot, satu-satunya cara menyelamatkannya adalah dengan melanjutkan proses memasak lebih lama lagi. Tambahkan sedikit air atau kaldu, lalu masak dengan api kecil (metode ungkep) selama kurang lebih 30-40 menit hingga serat dagingnya kembali terurai dan empuk, meskipun teksturnya akan sedikit berbeda dengan cumi tumis cepat.
2. Apakah aman mengonsumsi tinta cumi dalam tumisan ini?
Sangat aman dan justru sehat! Tinta cumi mengandung asam amino dan antioksidan yang baik untuk tubuh. Namun, untuk resep tumis bawang pedas ini, tinta biasanya dibuang agar tampilan masakan lebih bersih dan cerah (kemerahan dari cabai). Jika Sahabat Fimela menyukai rasa gurih tinta, kamu bisa tidak membuangnya, namun warna masakan akan menjadi hitam pekat.
3. Bolehkah menggunakan cumi beku (frozen) untuk resep ini?
Boleh saja. Cumi beku biasanya sudah dibersihkan sehingga lebih praktis. Kuncinya adalah melakukan thawing (pencairan) dengan benar, sebaiknya pindahkan dari freezer ke chiller semalaman. Pastikan cumi beku ditiriskan semaksimal mungkin karena cumi beku cenderung memiliki kadar air lebih tinggi daripada cumi segar, yang bisa mempengaruhi hasil tumisan menjadi berkuah.
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331765/original/074948600_1787563330-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331670/original/003119900_1787557935-pexels-mart-production-8108152.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331275/original/083441100_1787536512-033a2c02-e906-494b-b570-b952eb5667f9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330883/original/099567900_1787456928-c50f5838-9dc7-4081-86bd-759cb0eae4ea.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330859/original/092255300_1787455387-Singkong_Saus_Gochujang__AI_Generated_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330159/original/072972600_1787327477-high-angle-sandwich-with-souce.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5223071/original/022059900_1747476334-Screenshot_2025-05-17_170231.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329921/original/054015900_1787303190-nasgor_tinta_cumi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5066800/original/023113100_1735269676-WhatsApp_Image_2024-12-26_at_20.50.34_be6b94b8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474842/original/008845100_1768538207-risol_smokebeef_telur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329774/original/015736900_1787295141-1761593907546132856.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329461/original/075201300_1787282647-4914084610516505394.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329314/original/041613200_1787239234-IMG_2465.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9328962/original/032415300_1787215422-3251085847974204570.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9328150/original/099098400_1787138384-IMG_2453.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/fimela/watermark-gray-landscape.png,20,585,0)/kly-media-production/medias/9328202/original/034352000_1787141745-IMG_7810.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327906/original/004742100_1787129179-f6daa46c-871f-4560-9c9b-71af05656578.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327979/original/042529100_1787131440-Screenshot_2026-08-19_162143.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327883/original/009192700_1787128155-Udang_Bakar_Saus_Mentega.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327688/original/066607900_1787120181-bruschetta.jpeg)



















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5692679/original/097423800_1778569231-1_1_.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547403/original/034869900_1775458279-pexels-crysnet-14537683.jpg)




