Rupiah Melemah Dipengaruhi Sikap Risk-off Pelaku Pasar

1 day ago 4

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Selasa, melemah 18 poin atau 0,11 persen menjadi Rp 16.758 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp 16.740 per dolar AS. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Selasa, melemah 18 poin atau 0,11 persen menjadi Rp 16.758 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp 16.740 per dolar AS.

Peneliti Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva menilai pelemahan kurs rupiah dipengaruhi sikap risk-off pelaku pasar.

“Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh sentimen global yang masih didominasi penguatan dolar AS dan sikap risk-off pelaku pasar,” kata Taufan di Jakarta, Selasa (6/1/2026).

Meski Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Institute for Supply Management (ISM) Amerika Serikat (AS) mengalami kontraksi, data tersebut dinilai belum cukup kuat untuk mengubah ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan bank sentral AS, The Fed.

Tercatat, PMI ISM Manufaktur Desember 2025 berada di level 47,9 persen, turun 0,3 poin dibandingkan November 2025 sebesar 48,2 persen, serta berada di bawah perkiraan pasar 48,3 persen. “Imbal hasil US Treasury yang masih tinggi serta ekspektasi suku bunga AS bertahan lebih lama mendorong aliran dana tetap berada di aset dolar, sehingga menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah,” ujar Taufan.

Dari sisi domestik, lanjut dia, tekanan terhadap rupiah juga berasal dari masih tingginya permintaan valuta asing (valas) untuk kebutuhan impor dan kewajiban korporasi, di tengah sikap kehati-hatian pelaku pasar.

Kondisi tersebut membuat rupiah ditutup melemah meski tekanan intraday sempat berkurang. “Ke depan, rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terbatas di kisaran Rp 16.750 hingga Rp 16.780 per dolar AS,” katanya.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa juga melemah ke level Rp 16.762 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp 16.748 per dolar AS.

sumber : Antara

Read Entire Article
Food |