Trump Pertimbangkan Opsi

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa Washington sedang mempertimbangkan “pilihan kuat” dalam menanggapi protes di Iran. Ini termasuk kemungkinan intervensi militer. 

"Kami mempertimbangkannya dengan sangat serius. Militer sedang mempertimbangkannya, dan kami sedang mempertimbangkan beberapa opsi yang sangat kuat. Kami akan mengambil keputusan," katanya kepada wartawan di pesawat Air Force One pada Ahad malam waktu AS.

Dia mengatakan para pemimpin Iran telah menelepon, berusaha “untuk bernegosiasi” setelah ancaman aksi militernya, dan bahwa “pertemuan sedang diadakan”. Namun dia menambahkan bahwa AS mungkin harus bertindak sebelum pertemuan. 

Belum ada komentar langsung dari Teheran. Para pemimpin Iran sebelumnya pada Ahad mengeluarkan peringatan keras terhadap intervensi militer. “Jika terjadi serangan terhadap Iran, wilayah pendudukan [Israel] serta semua pangkalan dan kapal AS akan menjadi target sah kami,” kata Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf.

Protes di Iran dimulai pada 28 Desember, ketika para pedagang di Grand Bazaar Teheran menutup toko mereka karena nilai mata uang Rial Iran yang anjlok. Mata uang Iran terjun bebas saat Eropa dan PBB memperbarui sanksi ekonomi terhadap negara itu menyusul tudingan soal upaya produksi bom nuklir. Teheran berulang kali menyangkal tudingan tersebut.

Demonstrasi tersebut dengan cepat menyebar ke seluruh negeri, dengan keluhan yang berkembang dari kekhawatiran akan melonjaknya biaya hidup hingga penolakan yang lebih luas terhadap kelompok ulama Iran, yang telah memerintah negara tersebut sejak Revolusi Islam pada tahun 1979.

Menurut media pemerintah Iran, setidaknya 109 personel keamanan tewas dalam kerusuhan tersebut, namun aktivis oposisi yang berbasis di luar negeri mengatakan jumlah korban tewas lebih tinggi dan mencakup ratusan pengunjuk rasa. Pemadaman internet secara nasional juga berlangsung selama lebih dari 72 jam, menurut kelompok pemantau.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan pada Ahad bahwa pemerintahnya “siap mendengarkan” para pengunjuk rasa, namun mendesak masyarakat untuk mencegah “perusuh” dan “elemen teroris”  

Dia mengatakan kepada penyiar IRIB bahwa Israel dan AS, yang mengobarkan perang 12 hari melawan Iran pada bulan Juni tahun lalu, adalah dalang kerusuhan di negara tersebut, dan mengatakan bahwa “orang-orang yang sama yang menyerang negara ini” “mencoba untuk meningkatkan kerusuhan ini sehubungan dengan diskusi ekonomi”.

Kerusuhan di Iran terjadi seiring Trump menerapkan kebijakan luar negeri yang tegas, setelah menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro, dan mendiskusikan akuisisi Greenland melalui pembelian atau paksaan. Trump dijadwalkan bertemu dengan para penasihat senior pada hari Selasa untuk membahas opsi bagi Iran, kata seorang pejabat AS kepada kantor berita Reuters. 

The Wall Street Journal melaporkan bahwa pilihan yang ada mencakup serangan militer, penggunaan senjata siber rahasia, perluasan sanksi, dan pemberian bantuan online kepada sumber-sumber anti-pemerintah. 

Trump mengatakan pada Ahad bahwa dia berencana untuk berbicara dengan miliarder Elon Musk tentang pemulihan internet di Iran. “Dia sangat ahli dalam hal semacam itu, dia punya perusahaan yang sangat bagus,” kata Trump kepada wartawan ketika ditanya apakah dia akan bekerja sama dengan perusahaan SpaceX milik Musk, yang menawarkan layanan internet satelit Starlink yang telah digunakan di Iran.

Read Entire Article
Food |