Fimela.com, Jakarta Tahu bulat telah menjadi salah satu camilan yang sangat disukai oleh banyak orang, berkat teksturnya yang unik: garing di bagian luar, kosong di dalam, serta memiliki rasa gurih dan ringan saat dimakan. Namun, banyak yang mencoba membuat tahu bulat sendiri di rumah justru mengalami kegagalan dalam mencapai hasil yang serupa dengan yang dijual di kaki lima. Beberapa tahu yang dibuat sendiri cenderung terasa padat, tidak memiliki ruang kosong di dalamnya, bahkan cepat kempes dan menjadi lembek setelah beberapa saat.
Kegagalan dalam menciptakan tahu bulat yang renyah dan kopong sering kali disebabkan oleh kesalahan teknis yang sederhana namun sering terabaikan. Hal ini bisa berkaitan dengan jenis tahu yang dipilih, proporsi bahan tambahan yang digunakan, serta teknik menggoreng yang tampaknya sepele tetapi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil akhir. Tanpa pemahaman yang tepat mengenai urutan dan teknik yang benar, hasil pembuatan tahu bulat bisa sangat berbeda dari yang diharapkan.
Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan secara rinci seluruh proses pembuatan tahu bulat, mulai dari pemilihan bahan, pembuatan adonan, proses pendinginan, hingga penggorengan, sehingga kamu bisa menghasilkan tahu bulat yang tidak hanya kopong dan renyah, tetapi juga tetap renyah meskipun disimpan.
Simak lima langkah utama berikut agar kamu bisa membuat tahu bulat sempurna di rumah tanpa perlu ke pedagang keliling. Dengan mengikuti panduan ini, diharapkan kamu dapat menikmati tahu bulat buatan sendiri yang lezat dan memuaskan.
1. Pilih Tahu Putih Segar dan Peras Hingga Kering
Proses awal yang sangat penting dalam menentukan kualitas tahu bulat adalah pemilihan tahu putih dengan tekstur halus dan lembut. Tahu yang tidak sesuai, seperti tahu keras atau tahu kuning yang sudah berbumbu, sebaiknya dihindari. Tahu jenis ini memiliki kadar air yang tinggi dan dapat dengan mudah dihaluskan menjadi adonan yang lembut. Semakin segar tahu yang digunakan, semakin bersih rasa dan warna yang dihasilkan setelah digoreng. Semakin segar tahu yang digunakan, semakin bersih rasa dan warnanya saat sudah digoreng nanti.
Setelah proses penghancuran, langkah penting berikutnya adalah memeras air dari tahu hingga benar-benar kering. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan kain bersih atau saringan halus untuk memastikan tidak ada sisa cairan dalam adonan. Tahu yang masih mengandung banyak air dapat membuat adonan menjadi terlalu lembek, sehingga tidak mampu mengembang dengan baik saat digoreng.
Dengan menggunakan tahu yang memiliki tekstur padat dan bebas dari air, hasil gorengan akan memiliki peluang lebih besar untuk membentuk rongga udara di dalamnya. Rongga ini akan menciptakan sensasi "kopong" saat digigit. Oleh karena itu, sangat penting untuk tidak melewatkan tahap ini, karena tahu yang terlalu basah menjadi penyebab utama tahu bulat yang bantat.
2. Tambahkan Baking Powder dan Bumbu Secukupnya
Setelah mengetahui bahwa tahu telah diperas dengan baik, langkah selanjutnya adalah menambahkan bahan-bahan utama yang akan memengaruhi rasa dan tekstur akhir dari tahu bulat. Salah satu bahan penting yang harus ditambahkan adalah baking powder, yang berfungsi sebagai kunci utama agar tahu dapat mengembang saat digoreng. Baking powder ini akan bereaksi dengan panas, menghasilkan gelembung udara dalam adonan, dan menciptakan rongga kopong yang menjadi ciri khas tahu bulat.
Selain baking powder, penting juga untuk mencampurkan bumbu-bumbu seperti garam, lada bubuk, kaldu bubuk, dan bawang putih halus. Bumbu-bumbu ini tidak hanya memberikan rasa gurih, tetapi juga membantu menetralkan aroma tahu mentah yang kadang masih tersisa. Aduk semua bahan hingga tercampur merata dengan menggunakan tangan atau spatula, pastikan tidak ada bagian adonan yang menggumpal atau terlalu basah di satu sisi.
Jika diinginkan, kamu bisa menambahkan sedikit tepung tapioka untuk meningkatkan daya rekat adonan, terutama jika ingin membuat tahu bulat vegan tanpa menggunakan telur. Namun, perlu diingat bahwa proporsi tepung harus seimbang agar tidak mengubah tekstur akhir menjadi kenyal seperti cilok. Pada dasarnya, adonan yang dihasilkan harus terasa ringan, tidak terlalu padat, dan mudah dibentuk.
3. Bentuk Adonan dan Simpan Dulu di Kulkas
Setelah semua bumbu dan baking powder tercampur dengan baik, langkah berikutnya adalah membentuk adonan menjadi bola kecil yang seukuran kelereng atau bola pingpong. Untuk mencegah adonan lengket, gunakan telapak tangan yang sedikit dibasahi, sehingga bentuk adonan menjadi lebih rapi dan seragam. Ukuran yang konsisten sangat penting, karena hal ini akan memastikan bahwa proses penggorengan berlangsung merata, dan tahu bulat dapat matang dengan sempurna di seluruh bagiannya.
Langkah penting berikutnya adalah menyimpan bulatan adonan tersebut di dalam kulkas selama minimal 20 hingga 30 menit. Tujuan dari pendinginan ini adalah untuk membuat tekstur adonan lebih set dan stabil sebelum dimasukkan ke dalam minyak panas. Proses pendinginan juga memungkinkan baking powder bereaksi secara bertahap, sehingga tahu dapat mengembang dengan optimal saat digoreng.
Jika ingin hasil yang lebih maksimal, waktu penyimpanan ini bisa diperpanjang hingga satu jam. Selain membantu adonan menjadi lebih padat, proses ini juga menjaga bentuk bulatan agar tidak mudah hancur saat dimasukkan ke dalam minyak panas. Tanpa melakukan pendinginan, adonan tahu akan cenderung lembek dan berisiko pecah saat terkena suhu tinggi.
4. Goreng Dalam Minyak Banyak dan Api Sedang
Sebelum memulai proses penggorengan, penting untuk memastikan bahwa kamu menggunakan wajan cekung dan cukup minyak goreng agar tahu dapat mengapung dengan baik. Panaskan minyak sampai benar-benar panas, kemudian kecilkan api menjadi sedang sebelum memasukkan tahu. Hal ini bertujuan agar bagian luar tahu tidak cepat gosong sementara bagian dalamnya belum sempat mengembang. Ketika tahu dimasukkan ke dalam minyak, biarkan selama beberapa detik tanpa diaduk. Biarkan tahu bergerak sendiri di dalam minyak, karena tekanan dari minyak panas akan membantu tahu untuk memutar dan mengembang secara perlahan.
Hindari membalik atau mengaduk tahu terlalu sering, karena hal ini bisa menyebabkan permukaannya pecah dan mengakibatkan kegagalan dalam menciptakan tekstur kopong yang diinginkan. Waktu yang ideal untuk menggoreng tahu berkisar antara 5 hingga 7 menit, tergantung pada ukuran tahu yang digunakan. Setelah tahu berubah warna menjadi kuning keemasan dan tampak mengembang, kamu bisa mengangkatnya dan meniriskannya. Sebaiknya gunakan saringan kawat atau alas kertas minyak untuk memastikan kelebihan minyak dapat turun dengan baik dan permukaan tahu tetap renyah.
5. Tiriskan dengan Benar dan Sajikan Tanpa Wadah Tertutup
Proses penirisan dan penyajian adalah langkah akhir yang sangat penting. Setelah tahu diangkat dari minyak, segera letakkan pada kertas minyak atau rak kawat terbuka untuk menghilangkan kelebihan minyak. Penting untuk tidak menyimpan tahu dalam wadah tertutup saat masih panas, karena uap air yang terperangkap dapat membuat tahu cepat lembek dan kempes. Biarkan tahu berada di udara terbuka hingga mencapai suhu ruang sebelum disimpan atau disajikan.
Jika Anda berencana untuk menyimpan tahu, gunakan wadah terbuka atau tutup dengan kain bersih agar sirkulasi udara tetap terjaga. Metode ini sangat efektif dalam menjaga kerenyahan tahu hingga beberapa jam setelah digoreng. Ketika ingin mengonsumsi tahu yang sudah dingin,
Anda hanya perlu memanaskannya kembali dalam oven atau menggorengnya sebentar agar teksturnya kembali renyah. Dengan penanganan yang benar dari awal hingga saat penyimpanan, tahu bulat buatan rumah dapat tetap renyah dan menggoda seperti yang dijual oleh pedagang keliling.
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.