Di Hadapan Prabowo, Airlangga: Ekonomi Indonesia Siap Lepas Landas

2 weeks ago 18

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen sampai 5,6 persen pada 2026. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026 bersama Presiden Prabowo Subianto di Auditorium Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

"Pertumbuhan ekonomi ditargetkan di 2026 sebesar 5,4 persen dengan potensi hingga 5,6 persen dengan sektor prioritas pertanian, industri manufaktur, digital, dan energi," ujar Airlangga dalam acara Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026 di Auditorium Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Airlangga menyebut sejumlah program prioritas Prabowo, mulai dari makan bergizi gratis, koperasi desa Merah Putih, dan tiga juta rumah menjadi kunci utama dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi tersebut. Ia berharap program-program strategis tersebut menjadi sumber pertumbuhan yang mampu menyerap tenaga kerja secara luas, mengakselerasi produktivitas, dan menjadi penggerak utama pendukung pembiayaan non-APBN, di antaranya melalui Danantara.

"Sektor keuangan juga memiliki peran strategis, terutama sebagai enabler dan dalam hal ini pasar modal yang menjadi window keuangan saat ini kembali positif dan stabil untuk rebound pasar modal dalam minggu ini," ucap Airlangga.

Airlangga menjelaskan agenda reformasi pasar modal antara lain peningkatan saham yang beredar di publik atau free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen sehingga pasar menjadi lebih likuid. Dia menyampaikan transparansi akan ditekankan kepada pemegang saham, terutama yang di bawah lima persen.

"Ini yang sangat diperlukan sehingga keterbukaan kepemilikan menjadi sangat jelas," sambung dia.

Airlangga mengatakan Indonesia pun terus meningkatkan diplomasi ekonomi global. Secara geopolitik, lanjut dia, Indonesia telah membuka akses hampir seluruh pasar di dunia mulai dari EU-CEPA yang akan membuat barang Indonesia nol persen pada 2027 dan membuka akses pasar terhadap 14,7 persen PDB global.

"Indonesia-Kanada CEPA, Indonesia-Eurasia, kemudian juga dengan Inggris kemarin Economic Growth Partnership, jadi ini awal FTA dengan Inggris dan insyaAllah dengan AS akan segera ditandatangani dalam waktu dekat," lanjut dia.

Airlangga meyakini sejumlah langkah tersebut dapat menjadi modal bagi Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Dia mengatakan target delapan persen memerlukan reformasi struktural secara terus-menerus.

"Seperti pesawat kita pernah mau take off di 98 tetapi ada gangguan internasional, nah sekarang kita akan take off dalam dua tahun ke depan," ucap Airlangga.

Dia menilai mesin produksi pertumbuhan, berupa belanja pemerintah, investasi pelaku usaha, dan Danantara menjadi mesin yang harus bergerak secara harmonis. Airlangga juga menekankan pentingnya proyeksi kebijakan, sistem keuangan, perbankan maupun pasar finansial yang lebih dalam, serta mesin dari sisi permintaan yakni belanja masyarakat dan ekspor.

"Dengan adanya landasan yang kuat yaitu investasi, birokrasi sederhana, penegakan hukum yang selalu dicanangkan oleh Bapak Presiden yang pasti, kita insya Allah, negara ini bisa lepas landas," kata Airlangga.

Read Entire Article
Food |