Gus Lilur: Muktamar ke-35 jadi pijakan NU tetap jadi penjaga moral RI.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), Khalilur Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, menekankan pentingnya Muktamar ke-35 sebagai pijakan NU untuk tetap menjadi penjaga moral Republik Indonesia. Hal ini diungkapkannya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
"NU adalah pilar yang membuat republik ini berdiri dan tetap bertahan sampai hari ini," ujar Gus Lilur.
Gus Lilur menjelaskan bahwa berdirinya Indonesia sangat dipengaruhi oleh jasa para ulama NU. Republik ini dibangun tidak hanya oleh pidato para nasionalis di kota-kota besar, tetapi juga oleh doa, fatwa, dan darah para kiai di pesantren-pesantren kampung.
Ketika Indonesia belum memiliki tentara yang kuat, birokrasi yang rapi, dan legitimasi yang kokoh di mata rakyat, para ulama NU, menurut Gus Lilur, sudah lebih dulu menjaga Indonesia dengan pengaruh moral mereka. Ia mencontohkan hubungan antara Presiden pertama RI, Soekarno, dengan pendiri NU, Kiai Haji Hasyim Asy'ari, di mana Bung Karno sering meminta pandangan kepada Hasyim.
Gus Lilur menegaskan bahwa dukungan ulama NU sejak awal bukan sekadar dukungan politik, melainkan legitimasi moral bagi berdirinya Indonesia. NU sejak awal mengambil posisi dekat dengan rakyat dan negara, namun tidak tunduk menjadi alat negara. "Kadang kita terlalu mudah melupakan sejarah," tuturnya.
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menetapkan Muktamar ke-35 akan digelar pada 1-5 Agustus 2026. Sebelumnya, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya berharap agar muktamar tersebut tidak dijadikan sebagai ajang batu loncatan untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.
"Bahwa muktamar ini tidak menjadi ajang semacam batu loncatan untuk Pemilu 2029," ujar Gus Yahya, menambahkan bahwa pesan tersebut telah berulang kali disampaikan selama hampir lima tahun kepemimpinannya di PBNU. PBNU akan mengupayakan agar muktamar tidak dimanfaatkan sebagai arena untuk kepentingan politik elektoral.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

7 hours ago
7













































