Menko Perekonomian Airlangga Hartarto didampingi Gubernur BI Perry Warjiyo, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, dan Mendag Budi Santoso di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (22/5/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden RI menggelar rapat bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026). Dalam pertemuan tersebut, RI 1 menerima laporan terkait kesiapan implementasi kebijakan devisa hasil ekspor (DHE) yang akan mulai berlaku pada awal Juni mendatang.
"Tadi melaporkan ke Bapak Presiden terkait dengan rencana implementasi dari dua hal yaitu pelaksanaan devisa hasil ekspor yang berlangsung tanggal 1 Juni besok," ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam keterangan pers usai pertemuan.
Menurut dia, pemerintah juga menyiapkan pelaksanaan ekspor komoditas strategis seperti crude palm oil (CPO), batu bara, dan ferro alloy melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia. Airlangga menjelaskan, pemerintah sedang menuntaskan seluruh instrumen regulasi pendukung agar implementasi kebijakan berjalan tepat waktu.
"Tadi kami laporkan bahwa berbagai instrumen regulasi, baik dari permendag, dari BI, maupun dari Menteri Keuangan juga akan disiapkan dan akan sebelum 1 Juni itu akan diselesaikan," kata Airlanga.
Pemerintah, kata dia, juga akan melakukan sosialisasi kepada berbagai asosiasi pelaku usaha guna memastikan pemahaman yang menyeluruh terhadap kebijakan baru tersebut. "Sosialisasi kepada asosiasi juga akan dilakukan, sehingga asosiasi-asosiasi yang terkait mengetahui kebijakan yang akan dibuat oleh pemerintah," ucap Airlangga.
Terkait pelaksanaan kebijakan melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia, Airlangga meminta para investor asing untuk tetap tenang dan percaya terhadap arah kebijakan pemerintah. Dia memastikan bahwa seluruh kegiatan ekspor tetap dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang sudah ada.
"Yang pertama tentu tidak perlu khawatir, karena seluruhnya ekspor masih dilakukan oleh perusahaan di sektor eksisting ya. Dalam ekspor itu langsung ada pelaporan kepada Danantara, sehingga dalam tiga bulan nanti kita fine tune sistemnya," jelas Airlangga.

3 hours ago
4













































