REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Timnas Indonesia U-20 menghadapi laga krusial melawan tuan rumah Laos pada pertandingan kedua Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027, Kamis (3/9/2026) pukul 19.00 WIB di National Stadium Laos. Pengamat sepak bola Indonesia, Mohamad Kusnaeni alias Bung Kus, menilai kemenangan menjadi harga mati bagi Garuda Muda jika ingin menjaga peluang lolos ke putaran final di China.
Indonesia sebelumnya hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Malaysia pada laga pembuka. Hasil tersebut membuat langkah skuad asuhan Nova Arianto menjadi lebih berat karena hanya juara grup yang otomatis lolos ke putaran final. Selain itu, masih tersedia tiket bagi tujuh runner-up terbaik untuk melengkapi 16 peserta bersama tuan rumah Cina.
Bung Kus menyebut hasil imbang melawan Malaysia membuat situasi Indonesia cukup sulit. Menurut dia, Indonesia kehilangan kesempatan berharga untuk mengamankan tiga poin sekaligus membuka jalan lebih lebar menuju putaran final.
"Sekarang fokusnya adalah melawan Laos dulu. Kita harus bisa meraih tiga poin melawan Laos, itu tidak bisa ditawar," kata Bung Kus di kanal media sosial miliknya.
Ia menilai penampilan Indonesia ketika menghadapi Malaysia belum maksimal, terutama pada 15 menit pertama. Para pemain Garuda Muda terlihat gugup dan terburu-buru sehingga kesulitan mengembangkan permainan. Kondisi tersebut dimanfaatkan Malaysia dengan menerapkan garis pertahanan tinggi dan pressing yang konsisten.
Setelah pertandingan berjalan lebih dari 15 menit, permainan Indonesia mulai lebih cair. Situasi semakin membaik pada babak kedua setelah Nova melakukan sejumlah pergantian pemain. Kehadiran Rafi Rasik, Wilbur Jardim, dan Irfan Siregar membuat serangan Indonesia lebih hidup.
Penyelesaian akhir
Bung Kus menilai Indonesia sebenarnya memiliki sejumlah peluang untuk memenangkan pertandingan. Rafi Rasik beberapa kali mengancam gawang Malaysia, sementara peluang emas juga diperoleh Irfan Siregar. Namun, penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat tidak satu pun peluang tersebut berbuah gol.
"Masalahnya adalah finishing juga harus diperbaiki. Kalau melihat pertandingan lawan Malaysia, kita punya banyak peluang, tapi tidak ada satu pun yang menjadi gol," ujar Bung Kus.
Menurut dia, kegagalan mencetak gol bukan semata-mata persoalan kualitas pemain depan. Indonesia juga harus memperbaiki pengambilan keputusan ketika menguasai bola. Pemain perlu mengetahui kapan harus mempercepat permainan, menahan bola, mengalirkannya dari belakang, atau memberikan umpan langsung ke lini depan.

8 hours ago
6
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5692679/original/097423800_1778569231-1_1_.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547403/original/034869900_1775458279-pexels-crysnet-14537683.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552488/original/035803500_1775810333-35830.jpg)







