REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) membantah keras tuduhan mengenai adanya pembicaraan rahasia antara militer Iran dengan Amerika Serikat (AS). Pernyataan ini sekaligus menepis klaim Presiden AS Donald Trump terkait adanya komunikasi jalur belakang (back-channel) antara kedua negara.
Juru Bicara IRGC, Hossein Mohabbi, saat diwawancarai kantor berita Tasnim, menegaskan tidak ada diskusi terselubung apa pun antara pejabat IRGC dan AS mengenai isu-isu perang. Mohabbi menyebut pernyataan Trump sebagai "kebohongan" yang lahir dari "halusinasi serta mimpi buruk akibat kekalahan dan ketidakberdayaan dalam peperangan."
Ia menekankan, IRGC merupakan "lengan dan lidah dari kekuatan rakyat Iran serta Republik Islam." Menurut dia, IRGC menyampaikan posisinya langsung di medan pertempuran, sementara urusan diplomasi ditangani oleh lembaga lain di dalam pemerintahan.
Mohabbi menambahkan, informasi yang ada beserta konfirmasi dari pejabat Kementerian Luar Negeri Iran menunjukkan tidak ada pembicaraan yang berlangsung dengan Washington saat ini. Hal tersebut dipicu oleh "ingkar janji dan pengalaman pahit" akibat pelanggaran komitmen yang berulang kali dilakukan oleh pihak AS.
Kemlu Iran tepis kontak tak resmi
Secara terpisah, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, juga membantah tegas laporan media AS yang mengklaim adanya kontak tidak resmi dengan IRGC melalui Wilayah Kurdistan Irak, termasuk klaim pertemuan rahasia Iran-AS di Erbil.
Baghaei menegaskan laporan tersebut "sepenuhnya rekayasa" dan merupakan bagian dari "operasi psikologis serta taktik media yang jahat untuk memecah belah lembaga pengambil keputusan."
Ia memastikan, tim perunding Iran mendapat kepercayaan penuh dari seluruh elemen sistem dan sektor pertahanan negara. Menurut dia, kohesi antar-sektor terkait dalam enam bulan terakhir merupakan yang terbaik dan belum pernah terjadi sebelumnya.
Pengambilan keputusan di Republik Islam Iran, lanjut Baghaei, dijalankan melalui mekanisme institusional yang memperhitungkan seluruh pertimbangan nasional dan kedaulatan."Angkatan bersenjata kami siap bertindak sewaktu-waktu," ujar Baghaei menegaskan.

13 hours ago
13




































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536549/original/029350900_1774329970-pexels-elletakesphotos-5764077.jpg)










