Sejumlah pasien terdampak gempa dievakuasi di halaman RS Siloam Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (15/8/2026). Pihak rumah sakit dibantu petugas kepolisian setempat mengevakuasi pasien setelah terjadi gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo dengan kedalaman 10 km di 46 kilometer timur laut Labuan Bajo pada pada pukul 06.13 WITA.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Guru Besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB yang merupakan ahli gempa dan kadaster, Prof Irwan Meilano mengatakan gempa bumi magnitudo 7,7 di NTT, Sabtu (15/8/2026) terjadi akibat sesar naik busur belakang Flores. Prof Irwan mengingatkan potensi gempa susulan sebab masih terdapat bagian yang belum menghasilkan gempa.
Ia menyebut lokasi terjadi gempa merupakan bagian dari sesar naik busur belakang Flores dan memiliki aktivitas kegempaan signifikan. Di lokasi tersebut pernah terjadi gempa magnitudo 6,6 pada 2009 dan rangkaian gempa di utara Lombok pada 2018.
Prof Irwan mengatakan kajian akademik dalam penyusunan peta gempa nasional menunjukkan masih terdapat bagian di kawasan tersebut yang memiliki potensi kegempaan. “Masih ada bagian yang sebetulnya belum menghasilkan gempa. Kita tidak berharap itu terjadi," kata dia, Ahad (16/8/2026).
Namun secara riset akademik yang dihasilkan Pusgen dan menjadi pusat studi gempa nasional masih ada di wilayah itu. Ia mengatakan aktivitas gempa susulan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan setelah gempa utama.
Gempa merusak bangunan di Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka, NTT.

20 hours ago
8




































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536549/original/029350900_1774329970-pexels-elletakesphotos-5764077.jpg)










