REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA, – Operasional Bandara Melalan di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, dihentikan total sejak awal September 2026. Keputusan ini diambil sebagai wujud komitmen penerapan prinsip mengutamakan keselamatan atau safety first di tengah kepungan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin pekat.
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Melalan, Bernard Repelita Purba, menegaskan bahwa pembatalan seluruh penerbangan ini merupakan langkah mutlak demi keamanan. Jarak pandang di sekitar bandara dilaporkan memburuk hingga berada di bawah angka satu kilometer.
"Langkah penghentian ini kami ambil murni demi keselamatan penerbangan, di mana maskapai seperti Wings Air dan Smart Aviation yang melayani rute perintis telah mengumumkan pembatalan hingga pekan depan apabila hujan tidak kunjung turun," ujar Bernard di Samarinda, Rabu.
Penerbangan Charter Juga Dihentikan
Selain penerbangan komersial berjadwal, aktivitas penerbangan sewaan (charter) turut dilumpuhkan. Helikopter pribadi milik PT Bayan dipastikan tidak beroperasi selama periode penutupan ini. Otoritas bandara menilai jarak pandang yang sangat terbatas akibat kepulan asap akan sangat membahayakan prosedur penerbangan yang aman, khususnya pada tahapan krusial seperti pendekatan (approach) dan pendaratan (landing).
Kondisi cuaca yang tidak menentu memaksa otoritas bandara membatalkan seluruh penerbangan dari dan menuju Bandara Melalan pada periode 1 hingga 5 September 2026. Dalam kondisi normal, Bandara Melalan Kubar melayani rata-rata 60 penumpang per hari dengan tingkat okupansi mencapai di atas 80 persen, yang jika diakumulasikan berkisar di angka 1.800 penumpang dalam satu bulan.
Sesuai Arahan Kemenhub
Langkah penyesuaian operasional ini sejalan dengan arahan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Regulasi tersebut menegaskan bahwa penerbangan harus ditunda, dialihkan, atau dibatalkan jika jarak pandang berada di bawah batas minimum yang dipersyaratkan.
Dampak kabut asap ini tidak hanya melumpuhkan Bandara Melalan. Bandara kelas 3 lainnya secara nasional, seperti Bandara Muara Teweh, juga telah berhenti beroperasi selama lebih dari satu minggu. Sementara itu, bandara-bandara dengan kelas yang lebih tinggi di wilayah Kalimantan Timur seperti di Balikpapan, Samarinda, dan Berau dilaporkan masih dapat beroperasi secara normal.
Otoritas bandara terus memantau perkembangan cuaca dan jarak pandang secara ketat. Aktivitas penerbangan di Kutai Barat dipastikan baru akan kembali dibuka apabila seluruh persyaratan aspek keselamatan telah terpenuhi secara utuh.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

11 hours ago
11
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5692679/original/097423800_1778569231-1_1_.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547403/original/034869900_1775458279-pexels-crysnet-14537683.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552488/original/035803500_1775810333-35830.jpg)







