Kado HUT RI, RSUD Meulaboh Luncurkan Layanan Jantung Terpadu dan Fasilitas Baru

19 hours ago 18

REPUBLIKA.CO.ID, MEULABOH, – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat meresmikan layanan jantung terpadu dan sejumlah fasilitas kesehatan baru di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh. Peluncuran ini menjadi kado istimewa bagi masyarakat dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bupati Aceh Barat, Tarmizi, menyatakan langkah ini merupakan komitmen berkelanjutan untuk melengkapi sarana medis vital. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu memangkas ketergantungan warga terhadap rujukan ke luar daerah, seperti ke RSUD Zainoel Abidin di Banda Aceh.

Fasilitas Cath Lab dan Data Pasien Jantung

Peresmian pusat layanan jantung terpadu ini mencakup fasilitas Cath Lab (Laboratorium Kateterisasi), Poliklinik Jantung, Treadmill, hingga unit Echocardiography (ECHO). Pengoperasian Cath Lab menjadi jawaban atas tingginya kebutuhan penanganan medis pasien jantung di wilayah tersebut.

Berdasarkan data periode Januari hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 4.800 pasien jantung menjalani perawatan di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, baik rawat jalan maupun rawat inap. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 persen pasien terpaksa dirujuk ke luar daerah karena keterbatasan alat tindakan.

Investasi Rp11 Miliar dan Skema Kemitraan CSR

Bupati Tarmizi menjelaskan bahwa peralatan Cath Lab sebenarnya telah dibeli sejak tahun 2018 dengan nilai investasi sebesar Rp11 miliar. Namun, akibat kendala teknis dan pembiayaan, alat tersebut sempat tidak difungsikan selama bertahun-tahun sebelum akhirnya berhasil dioperasikan pada tahun 2026.

Guna mengatasi keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pemerintah daerah mengambil langkah strategis melalui kolaborasi pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR). Melalui skema kemitraan ini, RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh berhasil memperoleh dukungan dana CSR sebesar Rp9,6 miliar dari PT Mifa Bersaudara.

Alokasi dana tersebut dimanfaatkan untuk pengadaan fasilitas medis pendukung, di antaranya 56 unit tempat tidur (bed) dan alat kesehatan untuk ruang Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), serta 2 unit armada ambulans baru. Ke depan, pemenuhan kebutuhan sarana kesehatan bernilai besar akan terus diusulkan melalui sinergi CSR secara berkelanjutan.

Peningkatan Kapasitas IGD dan Reformasi Pelayanan

Selain penambahan alat medis dan ambulans, kapasitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) juga ditingkatkan. Ketersediaan tempat tidur IGD yang sebelumnya hanya berjumlah 15 bed kini bertambah 10 bed baru, sehingga total daya tampung IGD mencapai 25 bed. Penambahan ini diharapkan dapat mengatasi kendala penolakan pasien akibat keterbatasan ruang perawatan darurat.

Di samping pembenahan sarana fisik, pihak manajemen juga menegaskan pentingnya reformasi kualitas pelayanan. Penataan sistem kerja, penerapan jam besuk pasien, hingga pengawasan disiplin petugas medis dan operasional ambulans diperketat untuk memastikan kenyamanan pasien selama menjalani perawatan.

Dengan hadirnya pusat jantung terpadu dan penambahan berbagai sarana pendukung ini, RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh diharapkan mampu menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang lebih responsif, mandiri, dan berorientasi pada keselamatan jiwa masyarakat Aceh Barat.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Food |