Mengenal Autofagi, Ketika Tubuh 'Makan' Sel Rusak Saat Puasa

1 week ago 7

Muslimah berdoa saat mengikuti buka puasa bersama perdana yang disediakan Masjid Istiqlal di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Puasa pada bulan suci Ramadhan tidak hanya memiliki nilai ibadah, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan yang signifikan bagi tubuh. Salah satunya adalah proses detoksifikasi alami melalui mekanisme yang disebut autofagi yaitu pembersihan sel oleh tubuh sendiri.

Health coach sekaligus dokter spesialis penyakit dalam dr Kasim Rasjidi mengatakan tubuh manusia tersusun dari sel yang jumlahnya berkisar 30 sampai 40 triliun yang perlu perawatan rutin. Salah satu caranya adalah dengan membuang sel rusak dan racun yang biasa dikenal dengan detoksifikasi.

"Tubuh kita itu sebetulnya memiliki kemampuan sendiri untuk detoks yang disebut autofagi. Auto berarti swa dan fagi berarti makan. Proses autofagi ini terjadi ketika badan dalam keadaan lapar atau dalam hal ini berpuasa," kata dr Kasim saat dihubungi Republika, Jumat (20/2/2026).

la menjelaskan proses autofagi ini, tubuh memungkinkan untuk "memakan" sel yang tidak diperlukan. Menurut dr Kasim, manfaat dari proses detoks alami ini sangat beragam termasuk meningkatkan daya tahan tubuh, menghambat pertumbuhan sel yang tidak seharusya ada seperti sel kanker, anti-aging atau melawan penuaan dini, dan membuang unsur yang tidak diperlukan.

"Puasa memberi tubuh jeda dari makanan berlebih sehingga inflamasi atau radang bisa berkurang," kata dr Kasim.

la mengatakan, konsumsi makanan berlebih dapat memicu inflamasi mirip saat tubuh bereaksi terhadap duri atau cedera. Dengan berpuasa, tubuh bisa fokus memperbaiki diri sendiri, membershkan sel rusak, dan mengatur metabolisme lebih baik.

Read Entire Article
Food |