Momen Konpers Berlinale Terputus Saat Jurnalis Nanya Soal Palestina

2 weeks ago 18

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Siaran langsung konferensi pers Festival Film Berlin (Berlinale) pada Kamis (12/2/2026) waktu setempat, tiba-tiba terputus ketika seorang jurnalis mengajukan pertanyaan mengenai Palestina. Menurut laporan Deadline, jurnalis asal Jerman itu menanyakan alasan Berlinale yang tidak pernah menunjukkan dukungan untuk Palestina.

Padahal, kata jurnalis tersebut, Berlinale secara resmi pernah menunjukkan dukungan untuk Iran dan Ukraina. Jurnalis tersebut juga menanyakan implikasi pendanaan festival oleh pemerintah Jerman, yang menurutnya mendukung kampanye militer Israel di Gaza.

"Pertanyaan saya adalah, mengingat dukungan pemerintah Jerman terhadap genosida di Gaza dan perannya sebagai penyandang dana utama Berlinale, apakah Anda sebagai anggota juri mendukung perlakuan selektif terhadap hak asasi manusia?" demikian pertanyaan jurnalis tersebut yang kemudian siaran langsung terputus.

Pertanyaan jurnalis tersebut tidak mendapat jawaban dari ketua juri maupun anggota juri yang hadir di acara. Konferensi pers ini dipimpin oleh ketua juri Wim Wenders, didampingi anggota juri lainnya termasuk sutradara Nepal Min Bahadur Bham, aktor Korea Bae Doona, arsiparis India Shivendra Singh Dungarpur, sutradara AS Reinaldo Marcus Green, aktor-sutradara Jepang Hikari, dan produser Polandia Ewa Puszczynska.

Puszczynska menyebut pertanyaan jurnalis itu tidak adil, karena juri yang hadir hanya untuk membahas film, bukan kebijakan politik. la menegaskan bahwa sinema hadir untuk mengajak penonton berpikir, tetapi para juri tidak bisa bertanggung jawab atas keputusan politik individu, termasuk terkait Israel maupun Palestina.

"Kita bisa membicarakan Senegal dan semua perang lainnya, Anda baru saja menyebutkan yang paling besar, tetapi ada banyak perang lain di mana genosida dilakukan dan kita tidak membicarakannya. Jadi ini pertanyaan yang sangat rumit. Dan saya pikir, agak tidak adil menanyakan itu kepada kami," kata Puszczynska, seperti dikutip dari Deadline, Jumat (13/2/2026).

Ketua juri Wenders juga mencoba untuk menepis pertanyaan tersebut. la mengatakan bahwa juri tidak bisa masuk ke ranah politik.

"Kita tidak bisa benar-benar memasuki politik. Kita harus menjauh dari politik karena jika kita membuat film yang secara khusus bersifat politis, kita memasuki bidang politik. Kita adalah penyeimbang politik, kebalikan dari politik, kita harus melakukan pekerjaan untuk rakyat, bukan pekerjaan politisi," kata Wenders.

Read Entire Article
Food |