Pemprov Kalsel basahi hutan lindung di Banjarbaru guna cegah karhutla.
REPUBLIKA.CO.ID, BANJARBARU, – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengintensifkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan membasahi kawasan hutan lindung di Jalan Makmur, Banjarbaru. Sebanyak empat unit pompa dioperasikan tanpa henti selama 24 jam untuk menjaga kelembapan lahan.
Kepala Seksi Irigasi dan Air Baku Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalsel, Herry Ade Permana, menjelaskan bahwa air dari jaringan irigasi dan saluran pembuang dialirkan menuju kawasan hutan lindung. Selanjutnya, petugas Dinas Kehutanan secara estafet membasahi area-area yang membutuhkan.
“Upaya tersebut diperkuat dengan pengerahan 53 personel PUPR Kalsel yang ditempatkan di posko karhutla kawasan Hutan Lindung Jalan Makmur untuk mengoperasikan peralatan dan memastikan suplai air bagi kegiatan pembasahan bersama Dinas Kehutanan,” ujar Herry di Banjarbaru, Selasa.
Antisipasi Sejak Dini
Herry menyebutkan bahwa pembasahan kawasan rawan karhutla sebenarnya telah dilakukan sejak Mei 2024. Langkah ini dijalankan melalui pembukaan pintu pengatur air di BRK 9 Cinde Alus dengan debit sekitar 0,47 meter kubik per detik untuk mempertahankan suplai air menuju kawasan Guntung Damar hingga sekitar Bandara Syamsudin Noor.
Hasil pemantauan terbaru menunjukkan bahwa kawasan hingga ujung Guntung Damar masih basah. Area ring satu di sekitar Bandara Syamsudin Noor juga terpantau lembap, yang menjadi indikator bahwa suplai air melalui pembasahan berkelanjutan masih efektif menjelang puncak musim kemarau.
Infrastruktur Pengendali Air
Untuk mendukung operasional, Dinas PUPR Kalsel mendirikan satu posko utama dengan dua tenda di ujung Jalan Makmur yang berdampingan dengan saluran air. Keterlibatan PUPR difokuskan pada penyediaan infrastruktur pengendalian air dan memastikan ketersediaan debit.
Pengendalian air di kawasan tersebut sebenarnya telah dilakukan sejak beberapa tahun sebelumnya melalui pembangunan sejumlah pintu pengatur atau tabet pada jaringan saluran di sekitar hutan lindung. Kini, infrastruktur itu kembali dimanfaatkan untuk mendukung pembasahan selama musim kemarau.
“Kami menyiapkan infrastruktur dan debit air untuk pembasahan. Itu yang selama ini menjadi keterlibatan PUPR dalam penanganan karhutla,” ujar Herry.
Ia memastikan Dinas PUPR Kalsel bersama Dinas Kehutanan akan melanjutkan pembasahan kawasan hutan lindung selama kemarau berlangsung. Langkah ini diambil untuk menghadapi potensi peningkatan karhutla yang diperkirakan puncaknya pada September, terutama di wilayah Banjarbaru dan sekitarnya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

5 hours ago
7






































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536549/original/029350900_1774329970-pexels-elletakesphotos-5764077.jpg)










