Putus Rantai Peredaran Narkotika, Bea Cukai Amankan 1,4 Kg Sabu di Bandara Tanjungpinang

3 hours ago 2

Sepanjang 2026, tercatat sebanyak delapan kali penindakan telah terlaksana.

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNGPINANG -- Bea Cukai Tanjungpinang dan Kanwil Bea Cukai Khusus Kepri bekerja sama dengan Polresta Tanjungpinang, BNNK, dan Avsec Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang bongkar penyelundupan 1.423 gram sabu, Rabu (6/5/2026).

Kepala Kantor Bea Cukai Tanjungpinang, Joko Pri Sukmono Dwi Widodo menyatakan, penegahan dilakukan terhadap barang bawaan penumpang yang kedapatan berisikan sabu.

Sabu tersebut dibungkus ke dalam lima plastik dan disembunyikan di dalam barang bawaan. Berkat kejelian petugas dan pemindaian x-ray, upaya tersebut berhasil kami ketahui.

‘’Saat ini, barang bukti telah kami serahkan kepada Polresta Tanjungpinang untuk proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut guna mengungkap jaringan peredaran narkotika yang terlibat," ungkapnya dalam keterangan, Senin (18/5/2026).

Joko menyebutkan, keberhasilan penindakan narkotikan ini mempertegas komitmen Bea Cukai Tanjungpinang dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah Kepulauan Riau.

Sepanjang 2026, tercatat sebanyak delapan kali penindakan telah terlaksana dengan total barang bukti mencapai lebih dari 10 kg narkotika, psikotropika, dan prekursor (NPP).

Tren ini dimulai Februari dengan penyitaan 4,9 kg dari tiga kasus, berlanjut pada periode Maret hingga April dengan total 3,7 kg dari empat aksi penindakan. Selain mengamankan sabu, petugas menyita barang bukti lain, etomidate serta 1.000 butir ekstasi (MDMA).

Dari total barang bukti yang diamankan tersebut, diperkirakan puluhan ribu potensi penyalahgunaan narkotika berhasil dicegah, yang setara dengan lebih dari 81 ribu jiwa terselamatkan dari ancaman bahaya narkoba.

"Bea Cukai terus mengajak masyarakat untuk berperan aktif dengan memberikan informasi apabila menemukan aktivitas mencurigakan, baik di kawasan pelabuhan maupun bandara demi menjaga bangsa dan negara dari peredaran narkotika," tutup Joko.

Read Entire Article
Food |