Santri Ponpes Cendikia Amanah Lolos Kampus Internasional  

11 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID,DEPOK -- Pondok Pesantren Cendikia Amanah Depok menorehkan prestasi membanggakan dalam wisuda perdana tingkat SMA yang digelar pada Ahad (10/5/2026). Sejumlah santri berhasil diterima di kampus internasional melalui jalur beasiswa, mulai dari Maroko, Australia, hingga Selandia Baru.

Pengasuh Pesantren Cendikia Amanah Depok, KH M Cholil Nafis, menyebut capaian tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan pesantren mampu melahirkan generasi unggul yang menguasai ilmu agama sekaligus ilmu umum.

“Alhamdulillah pada hari ini kami melakukan wisuda pertama untuk lulusan SMA. Dan alhamdulillah lulusan SMA kami bisa lulus di perguruan tinggi favorit internasional,” ujar Kiai Cholil kepada Republika.co.id, Ahad (10/5/2026). 

Ia menjelaskan, santri yang mengambil jurusan keagamaan telah diterima di kampus di Maroko dan sebagian lainnya masih menunggu hasil seleksi untuk melanjutkan studi ke Mesir. Sementara santri yang mengambil bidang umum, khususnya engineering, diterima di Australia dan Selandia Baru.

“Yang senang untuk jurusan agama sudah diterima di Maroko, sudah confirm. Kemudian yang senang umum engineering diterima di New Zealand, diterima di Australia, di Sydney University,” katanya.

Tak hanya itu, lulusan Pesantren Cendikia Amanah juga diterima di sejumlah perguruan tinggi dalam negeri seperti Universitas Indonesia, IPB, dan Universitas Negeri Yogyakarta.

Menurut Kiai Cholil, keunggulan para santri bukan hanya pada capaian akademik, tetapi juga kemampuan hafalan Alquran. Ia menyebut rata-rata lulusan SMA telah hafal lebih dari lima juz, bahkan beberapa di antaranya telah menuntaskan hafalan 30 juz.

“Yang mereka ambil umum rata-rata sudah hafal di atas lima juz. Bahkan ada yang hafal 30 juz,” ujarnya.

Ia berharap para lulusan pesantren mampu menjadi generasi yang membawa manfaat bagi bangsa dan negara.

“Insya Allah akan menjadi kader bangsa, terintegrasi keilmuannya, ilmu agama dan ilmu umum,” kata dia.

Salah satu wisudawan yang berhasil lolos ke Maroko adalah Naufal Fayza Sofyan (18 tahun). Santri asal Purbalingga, Jawa Tengah itu akan mendalami bidang Tafsir Alquran.

“Kalau ke sana saya niatnya ambil jurusan Tafsir Alquran, karena di sana juga membutuhkan hafal Quran dan pengetahuan dasar Ulumul Quran,” ujarnya.

Naufal mengaku telah menyelesaikan hafalan 30 juz Alquran. Ia pun merasa sistem pendidikan di pesantren ini memberinya bekal lengkap antara ilmu agama dan ilmu umum.

“Kelebihannya di pesantren ini kita belajar ilmu-ilmu agama dan ilmu umum. Jadi semuanya dapat,” katanya.

Ia berharap ilmu yang diperoleh nantinya bisa memberikan manfaat luas bagi masyarakat. “Cita-cita saya pengen jadi orang yang bermanfaat buat masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, wisudawan lain yang akan melanjutkan studi ke Australia, Mazeda Khair, menyampaikan pesan inspiratif dalam sambutannya di hadapan para wisudawan dan wali santri.

Menurutnya, perjalanan pendidikan tidak selalu berjalan sempurna. Namun, proses jatuh dan bangkit justru menjadi bagian penting dalam pertumbuhan diri.

“Tidak ada perjalanan yang mulus. Terkadang Anda akan gagal, terkadang Anda akan menyesal, tapi itu tidak berarti Anda harus berhenti,” ujar santriwati ini.

Mazeda juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada orang tua dan guru-gurunya yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan selama menempuh pendidikan di pesantren.

“Terima kasih telah mempercayai saya dengan pilihan saya. Terima kasih karena selalu memberikan kepercayaan bahkan saat jalannya belum tentu mudah,” katanya.

Ia menilai Pesantren Cendikia Amanah telah menjadi tempat yang membentuk karakter dan mentalnya untuk terus berkembang.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Pesantren Cendikia Amanah sudah menjadi rumah yang membentuk saya, yang mengajarkan saya untuk tumbuh, jatuh, dan bangkit kembali,” ujarnya.

Dalam wisuda tersebut, sebanyak 60 siswa SMP-SMA dinyatakan lulus dan akan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Seluruh santri yang diterima di kampus luar negeri mendapatkan fasilitas beasiswa penuh.

Read Entire Article
Food |