Umat muslim berdoa saat berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW (Raudhah) dan dua sahabatnya Abu Bakar dan Umar bin Khattab di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, Kamis (4/5/2023).
REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO- Sebuah video yang diunggah di media sosial oleh seseorang, yang membahas status kedua orang tua Nabi Muhammad SAW, memicu kontroversi dan kemarahan di Mesir.
Pusat Fatwa Elektronik Al-Azhar segera merespons, menegaskan bahwa kedua orang tua Nabi Muhammad SAW selamat dan memperingatkan agar tidak memicu emosi umat Islam.
Pusat Fatwa Elektronik Al-Azhar mengatakan, pendapat yang telah disepakati oleh para ulama umat Islam terdahulu dan masa kini adalah bahwa kedua orang tua Nabi Muhammad SAW selamat dan mereka bukanlah penghuni neraka.
Hal ini telah disepakati oleh semua mazhab Islam yang diikuti, dan para ulama Al-Azhar telah mengamininya sepanjang zaman.
Lembaga ini pun lantas mengeluarkan beberapa dalil penguat tentang kedua orang tua Nabi Muhammad SAW selamat dan tidak masuk neraka yang dilansir secara resmi pada Jumat (13/2/2026), dikutip dari Masrawy sebagai berikut:
Pertama, mereka termasuk golongan orang-orang yang hidup di masa kevakuman risalah nabi (ahlul fatrah), yaitu setelah Nabi Isa alaihissalam dan sebelum diutusnya Rasulullah Muhammad SAW. Siapa pun yang meninggal tanpa menerima seruan pada masa ini, maka dia selamat. Allah SWT berfirman:
وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًا
“..dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.” (QS al-Isra: 15)
Kedua, dan mereka berdua menganut agama Islam yang luhur, agama Nabi Ibrahim AS.

2 weeks ago
17



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442317/original/061837000_1765533575-cheesecake-3660900_1280.jpg)












