474 Desa di Jabar Kekeringan, 647 Ribu Warga Jabar Terdampak

3 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat melaporkan kondisi bencana kekeringan di 27 kabupaten dan kota semakin meluas hingga 198 kecamatan atau 474 desa atau kelurahan. Sedangkan warga terdampak 197.008 kepala keluarga atau sebanyak 647.468 jiwa.

Pranata Humas Ahli BPBD Jawa Barat Hadi Rahmat mengatakan kekeringan meluas serta kebakaran hutan dan lahan marak terjadi hingga Senin (31/8/2026). Bencana kekeringan sudah terjadi di 198 kecamatan atau 474 desa dan kelurahan.

"Wilayah Jawa Barat tengah menghadapi tantangan ganda akibat bencana musim kemarau, yaitu kekeringan meluas serta maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," ucap dia, Selasa (1/9/2026).

Ia mengatakan Kabupaten Bogor menjadi daerah yang mengalami dampak paling parah dengan 242.270 jiwa terdampak di 31 kecamatan. Disusul oleh Kabupaten Bekasi dengan 72.666 jiwa di 12 kecamatan, serta Kabupaten Purwakarta yang mencatat 54.317 jiwa terdampak.

Wilayah lain yang juga mengalami tekanan kekeringan cukup tinggi meliputi Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 46.993 jiwa terdampak, Kabupaten Bandung sebanyak 31.769 jiwa terdampak. Kota Sukabumi terdampak 31.037 jiwa, Kabupaten Karawang 24.315 jiwa terdampak, Kota Tasikmalaya 16.951 jiwa terdampak dan Kabupaten Cianjur 16.277 jiwa terdampak.

Sementara itu, wilayah seperti Kabupaten Ciamis, Kabupaten Sukabumi, Kota Cirebon, dan Kabupaten Pangandaran mencatatkan jumlah terdampak di kisaran 12.000 hingga 15.000 jiwa. Wilayah dengan dampak skala menengah hingga kecil tersebar mulai dari Kota Banjar sebanyak 8.068 jiwa, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Garut, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Subang, hingga Kabupaten Sumedang  sebanyak 4.042 jiwa.

"Di kawasan perkotaan seperti Kota Bandung, Kota Cimahi, Kota Bekasi, Kota Depok, dan Kota Bogor, dampak dirasakan oleh ratusan hingga ribuan jiwa. Dari seluruh daerah, hanya Kabupaten Kuningan yang tercatat belum memiliki laporan warga terdampak," kata dia.

Untuk merespons krisis air bersih tersebut, ia mengatakan bantuan sebanyak 14.266.400 liter air bersih telah disalurkan ke berbagai penjuru daerah. Kabupaten Bekasi menerima pasokan terbesar mencapai 6.561.700 liter, disusul Kabupaten Bogor sebanyak 2.339.500 liter, Kabupaten Karawang 741.000 liter, dan Kabupaten Ciamis 746.000 liter.

"BPBD menyuplai porsi terbesar yaitu 8.624.700 liter," kata dia.

Sedangkan ancaman kebakaran hutan dan lahan turut meningkat. BPBD mencatat 156 kejadian karhutla yang tersebar di 107 kecamatan dan 178 desa/kelurahan, menghanguskan total 228,07 hektare lahan.

Kabupaten Sumedang menjadi kawasan dengan frekuensi kebakaran tertinggi, yakni 21 kejadian yang membakar 21,68 hektar lahan. Kabupaten Majalengka menyulut 17 kejadian 26,16 hektar disusul Kabupaten Bandung dengan 16 kejadian 24,80 hektaf, serta Kabupaten Subang 14 kejadian, 22,53 hektar.

Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Purwakarta masing-masing mencatat 12 kejadian, serupa dengan Kabupaten Sukabumi yang juga mencatat 12 kejadian.

Meski jumlah apinya bukan yang terbanyak, Kabupaten Sukabumi mengalami kerusakan lahan terluas, yaitu mencapai 49,20 hektar. Wilayah lain seperti Kabupaten Cirebon mencatat luasan terbakar 20,73 hektar dari 8 kejadian, dan Kabupaten Pangandaran mencatat 10,07 hektar dari 4 kejadian.

Ia mengatakan kondisi darurat kekeringan dan karhutla di Jawa Barat yang membutuhkan penanganan berkelanjutan serta kewaspadaan intensif di seluruh lapisan masyarakat.

Read Entire Article
Food |