PIPIT SANTIKA
Teknologi | 2026-09-01 09:37:28
Ilustrasi: Pemanfaatan teknologi digital secara bijak untuk kemajuan bangsa
Era digital telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Cara belajar, bekerja,berkomunikasi,berbelanja, bahkan memperoleh informasi kini semakin bergantung pada teknologi digital. Internet memberikan kemudahan yang luar biasa, tetapi pada saat yang sama menghadirkan tantangan yang tidak kalah besar.
Banjir informasi membuat masyarakat harus berhadapan dengan berita palsu, penipuan daring, manipulasi informasi, ujaran kebencian, hingga berbagai bentuk kejahatan siber. Dalam situasi seperti ini, kemampuan menggunakan perangkat digital saja tidak cukup. Masyarakat membutuhkan literasi digital agar mampu memahami, menilai, memanfaatkan,dan menciptakan informasi secara bertanggung jawab.
Literasi digital seharusnya tidak dipandang hanya sebagai kemampuan mengoperasikan telepon pintar, komputer, atau aplikasi. Lebih jauh, literasi digital berkaitan dengan kemampuan berpikir kritis ketika berhadapan dengan informasi serta kesadaran mengenai etika dan keamanan di ruang digital.
Tantangan Literasi Digital di Indonesia
Perkembangan teknologi yang cepat tidak selalu diikuti oleh kemampuan masyarakat dalam memilah informasi. Salah satu persoalan yang masih dihadapi adalah rendahnya kemampuan melakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima.
Sebuah informasi yang muncul berulang kali di media sosial sering kali dianggap benar hanya karena banyak dibagikan. Padahal, jumlah penyebaran tidak dapat dijadikan ukuran kebenaran. Masyarakat perlu membiasakan diri memeriksa sumber, membandingkan informasi, membaca konteks, serta membedakan fakta dengan opini.
Tantangan lainnya adalah keamanan digital. Penggunaan layanan digital tanpa pemahaman mengenai perlindungan data pribadi dapat meningkatkan risiko pencurian identitas, penipuan, maupun penyalahgunaan informasi pribadi.
Karena itu, literasi digital harus mencakup setidaknya empat kemampuan utama: kemampuan mencari informasi, mengevaluasi kredibilitas informasi, menggunakan teknologi secara aman, dan berkomunikasi secara etis.
Pendidikan Harus Menjadi Garda Terdepan
Pendidikan memiliki posisi strategis dalam membangun masyarakat yang memiliki kecakapan digital. Literasi digital tidak seharusnya hanya diberikan melalui seminar atau kegiatan sesaat, tetapi perlu menjadi bagian dari proses pembelajaran.
Mahasiswa dan pelajar perlu dilatih untuk melakukan penelusuran sumber, mengutip informasi secara benar, mengenali konten manipulatif, menggunakan kecerdasan buatan secara bertanggung jawab, serta memahami etika komunikasi digital.
Guru dan dosen juga memiliki peran penting. Mereka bukan hanya penyampai materi, tetapi perlu menjadi pendamping yang membantu peserta didik memahami bagaimana teknologi digunakan untuk menghasilkan pengetahuan.
Dengan demikian, teknologi tidak berhenti sebagai alat konsumsi informasi. Teknologi harus diarahkan menjadi sarana untuk menciptakan karya, melakukan penelitian, berkolaborasi, dan menyelesaikan persoalan masyarakat.
Literasi digital bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang membentuk karakter dan kecerdasan dalam berpikir serta bertindak di dunia maya.
Literasi digital merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia. Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan kecerdasan buatan, kemampuan berpikir kritis, menjaga keamanan data, serta menggunakan teknologi secara etis menjadi semakin penting.
Masyarakat yang literat secara digital bukanlah masyarakat yang sekadar mahirmenggunakan teknologi. Mereka adalah masyarakat yang mampu bertanya, memeriksa,memahami, menciptakan, dan bertanggung jawab atas apa yang dilakukan di ruang digital.
Karena itu, penguatan literasi digital harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Dengan literasi digital yang kuat, teknologi dapat menjadi alat untuk memperluas akses pengetahuan, meningkatkan kualitas pendidikan, mendorong inovasi, dan membangun masyarakat Indonesia yang lebih cerdas serta berdaya saing.
Referensi
Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Indeks Literasi Digital Indonesia.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

3 hours ago
7

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5692679/original/097423800_1778569231-1_1_.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547403/original/034869900_1775458279-pexels-crysnet-14537683.jpg)










