REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PT PSL) memperluas cakupan Program Pelita (Pelindo Lingkungan Tanpa Anak Stunting) di Kelurahan Rawa Badak Utara, Jakarta Utara, dengan menyasar anak, orang tua, dan ibu hamil. Program ini menjangkau 30 anak stunting, 30 orang tua atau wali, serta 25 ibu hamil melalui intervensi gizi, edukasi keluarga, dan pendampingan kesehatan.
Pelaksanaan Program Pelita 2026 melibatkan enam entitas Pelindo Group. Intervensi tidak hanya diarahkan kepada anak yang mengalami stunting, tetapi juga keluarga dan ibu hamil untuk memperkuat pencegahan sejak masa kehamilan.
Senior Vice President Sekretariat Perusahaan PT PSL Dewi Fitriyani mengatakan, penanganan stunting membutuhkan intervensi yang berkelanjutan dengan melibatkan keluarga. Menurutnya, pemenuhan gizi anak perlu berjalan bersama dengan peningkatan pengetahuan orang tua mengenai kesehatan dan tumbuh kembang.
“Stunting bukan hanya persoalan pertumbuhan anak, tetapi juga menyangkut masa depan generasi bangsa. Dan perjuangan status gizi serta kesehatan anak tidak dimulai ketika anak sudah lahir, namun lebih jauh lagi pada masa kehamilan ibu,” ujar Dewi dalam siaran pers, Selasa (1/9/2026).
Karena itu, Program Pelita juga menyasar 25 ibu hamil melalui pemberian vitamin serta 30 orang tua atau wali melalui edukasi pola asuh sehat dan pelatihan pengolahan bahan pangan lokal yang ekonomis dan bergizi.
Sementara bagi 30 anak penerima manfaat, intervensi dilakukan melalui pemberian makanan tambahan bergizi serta pemantauan tumbuh kembang. Pendekatan tersebut diarahkan untuk mendukung pemenuhan gizi pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan.
Program tersebut sejalan dengan target pemerintah menurunkan prevalensi stunting menjadi 14,2 persen pada 2029. Upaya pencegahan dilakukan sejak masa kehamilan hingga masa pertumbuhan anak, dengan keluarga sebagai salah satu pihak yang berperan dalam pemenuhan kebutuhan gizi.
Lurah Rawa Badak Utara Ester Laura Kartini mengatakan, pencegahan stunting perlu dimulai sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi ibu dan dilanjutkan dengan pengasuhan serta pemantauan tumbuh kembang anak.
“Kami mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dalam Program Pelita 2026. Anak-anak merupakan investasi terbesar bagi masa depan bangsa, sehingga upaya pencegahan stunting tidak dimulai saat anak lahir, tetapi sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi yang baik bagi ibu,” ungkap Ester.
Program Pelita merupakan inisiatif TJSL PT PSL yang telah berjalan sejak 2024. Pada tahap awal, program menyasar 10 anak yang teridentifikasi mengalami stunting di sekitar wilayah operasional perusahaan, kemudian meningkat menjadi 20 anak penerima manfaat pada 2025.
Pada 2026, cakupan program diperluas dengan melibatkan orang tua atau wali dan ibu hamil. Perluasan tersebut menempatkan keluarga sebagai sasaran intervensi, sehingga upaya pencegahan tidak hanya berfokus pada penanganan kondisi anak.
PT PSL menyebut Program Pelita juga menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dan Pelindo Group dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui aspek kesehatan dan gizi masyarakat.

3 hours ago
6
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5692679/original/097423800_1778569231-1_1_.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547403/original/034869900_1775458279-pexels-crysnet-14537683.jpg)










