BCA Syariah Kembangkan Saku Valas untuk Transaksi Ritel

9 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) kini mengembangkan layanan valuta asing (valas) khusus untuk memenuhi kebutuhan transaksi sehari-hari masyarakat ritel, bukan untuk menampung dana besar seperti yang dilakukan pemerintah di bank-bank negara. Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum menegaskan, produk bernama Saku Valas ini memang dirancang untuk kalangan ritel yang semakin sering butuh mata uang asing untuk berbagai keperluan.

“Fokus kami di fase awal ini benar-benar untuk nasabah ritel. Jadi beda jauh dengan kebijakan pemerintah yang menempatkan dana valas di bank Himbara (bank milik negara). Itu bukan ranah kami,” kata Yuli saat Taklimat Media Kinerja BCA Syariah 2025 di kantor pusat BCA Syariah, Jatinegara, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Menurut Yuli, tren kebutuhan valas di kalangan masyarakat biasa terus naik. Banyak orang sekarang bepergian ke luar negeri, belanja online dari situs luar, atau mengirim uang ke keluarga di luar negeri. Itu semua mendorong BCA Syariah menghadirkan solusi yang mudah dan sesuai syariah.

“Kami lihat masyarakat ritel butuh akses mata uang asing untuk transaksi sehari-hari. Lewat Saku Valas, kami coba jembatani itu,” ujarnya.

Cara kerjanya sederhana dan tetap berbasis tabungan rupiah. Nasabah tidak perlu buka rekening valas baru. Cukup dari rekening rupiah yang sudah ada, beli mata uang asing sesuai kebutuhan, lalu dana itu masuk ke saku khusus sesuai mata uang yang dipilih, misalnya dolar AS, yen Jepang, atau euro.

“Tabungannya tetap rupiah. Kalau mau punya dolar atau yen, tinggal beli dari rekening rupiah, otomatis masuk ke Saku Valas-nya. Nanti di tahap selanjutnya, dana di saku itu bisa langsung dipakai untuk transfer ke luar negeri,” tambah Yuli.

Konsepnya mirip dengan layanan valas di bank konvensional, tapi BCA Syariah menerapkannya dengan prinsip syariah. Artinya, tidak ada unsur riba, semua transaksi berdasarkan akad yang sesuai syariat Islam.

“Secara mekanisme sama, tapi tabungan dan layanannya berbasis syariah,” jelas Yuli.

Langkah ini sejalan dengan rencana BCA Syariah yang sedang memproses status bank devisa di 2026. Dengan status itu, layanan valas untuk ritel diharapkan semakin lengkap dan mudah diakses masyarakat luas.

Read Entire Article
Food |