Jokowi Berkeliling Daerah, Hendri Satrio: untuk Jaga Keberlanjutan Pengaruh Politik

2 hours ago 3

Pendiri Kedaikopi Hendri Satrio menyampaikan materi tentang komunikasi politik dalam Rakernas Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik Hendri Satrio atau yang akrab disapa Hensa menilai rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) untuk berkeliling ke berbagai daerah tidak semata berkaitan dengan upaya memperkuat dukungan terhadap tokoh-tokoh politik tertentu.

Menurut Hensa, langkah tersebut juga dapat dipahami sebagai bagian dari strategi politik jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan pengaruh politik serta posisi keluarganya di masa mendatang.

"Jadi Jokowi itu turun gunung, bukan semata-mata mempromosikan Gibran, PSI atau Kaesang," ujar Hensa dalam diskusi yang digelar Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu mengatakan dinamika politik menjelang Pemilu 2029 masih sangat terbuka. Karena itu, menurut dia, berbagai tokoh politik akan mulai melakukan langkah-langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan pengaruh dan jaringan politiknya.

Hensa menilai Jokowi juga perlu memperhitungkan berbagai kemungkinan konfigurasi politik yang dapat terbentuk pada masa mendatang.

"Dia harus jaga-jaga kalau 2029 Presidennya bukan Prabowo dan anaknya tidak berhasil menjadi Wakil Presiden Prabowo atau anaknya tidak berhasil menjadi Presiden, maka keselamatan dia dan keluarganya bisa terancam," kata dia.

Menurut Hensa, dalam politik tidak ada situasi yang sepenuhnya dapat dipastikan. Karena itu, para tokoh politik biasanya melakukan berbagai langkah antisipatif untuk menghadapi kemungkinan perubahan konstelasi politik.

"Jokowi perlu cari selamat karena bisa jadi dikutak-atik oleh Presiden yang bisa jadi oposisi dirinya jika ia tak melakukan ini, bahkan tidak ada yang bisa menjamin bahwa Prabowo tidak akan menjadi oposisi Jokowi nantinya di 2029," ujarnya.

Lebih lanjut, Hensa menilai langkah Jokowi saat ini dapat dipandang sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan pengaruh politik yang telah dibangun selama dua periode kepemimpinannya.

Ia mencontohkan posisi politik keluarga Jokowi yang dinilainya tetap memiliki ruang strategis setelah Pemilu 2024 melalui terpilihnya Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden.

"Dia sudah berhasil di 2024 menyelamatkan keluarganya melalui dukungan kepada Prabowo dan mendorong Gibran sebagai wakil presiden. Tetapi 2029 bisa saja berubah, sehingga dia harus kembali mencari langkah aman," pungkas Hensa.

Read Entire Article
Food |