Merasa Disepelekan Gubernur, Warga akan Kembali Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak Randublatung-Cepu

8 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, BLORA -- Warga Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah (Jateng), akan menggelar aksi menanam pohon pisang massal di Jalan Randublatung-Cepu pada Kamis (4/6/2026). Hal itu sebagai bentuk kritik atas rusaknya ruas jalan di sana sekaligus protes terhadap Gubernur Jateng Ahmad Luthfi yang dianggap menyepelekan kondisi tersebut.

Warga Kelurahan Randublatung, Novia Fatmawati (44 tahun), mengungkapkan, warga di wilayahnya telah melakukan aksi protes dengan menanam pohon pisang di jalan yang rusak pada Ahad (31/5/2026). Dia mengaku sudah menerima informasi bahwa aksi serupa bakal digelar kembali pada Kamis esok.

"Saya dukung aksinya, mudah-mudahan berhasil. Kita kepingin jalannya itu mulus. Kan sama-sama bayar pajak, kita kepingin juga ikut merasakan," kata Novia ketika diwawancara, Rabu (3/6/2026).

Novia mengungkapkan, kondisi kerusakan Jalan Randublatung-Cepu memang terbilang sudah cukup parah. "Total panjang dari Randu ke Cepu itu sekitar 27 kilometer, nah yang rusak itu antara 6-7 kilometer. Cuma itu rusaknya memang benar-benar rusak, sudah hancur aspalnya," ucapnya.

Menurutnya, sebelumnya kerusakan Jalan Randublatung-Cepu lebih parah. Namun sebagian telah diperbaiki dengan cara ditambal. "Yang masih benar-benar rusak itu daerah Kedung Jambu sama Kedung Tuban," ujar Novia.

Dia menambahkan, kondisi kerusakan jalan saat ini sudah cukup lama. "Ini sudah lima tahun lebih. Waktu zaman Pak Ganjar (Pranowo) sudah rusak," katanya.

Novia mengungkapkan, rusaknya jalan membahayakan warga yang melintas, terutama mereka penegendara sepeda motor. Apalagi ruas jalan tersebut juga cukup banyak dilalui truk-truk. "Dulu, sekitar setahun atau 1,5 tahun lalu pernah ada kecelakaan. Satu korbannya meninggal, tapi satu lainnya selamat," ucapnya.

Dengan kondisi yang dihadapi warga, Novia mengaku kecewa atas sikap Gubernur Jateng Ahmad Luthfi yang seolah menyepelekan kerusakan Jalan Randublatung-Cepu. "Dibilang jalannya tidak bermanfaat. Padahal di sini setiap hari dilewati tronton besar-besar. Malah dibilangnya enggak bermanfaat," ujarnya.

Oleh sebab itu, dia mendukung aksi penanaman pohon pisang massal oleh warga sebagai bentuk protes. "Saya dukung, barangkali pemerintah provinsi langsung turun tangan terus diperbaiki. Soalnya di sini lalu lintasnya padat dan besar-besar (kendaraan) yang lewat," kata Novia.

Warga Kelurahan Randublatung lainnya, Muhammad Lizam Lubiz (25 tahun), mengatakan, Jalan Randublatung-Cepu terbilang akses strategis. "Jalan itu menjadi objek vital perekonomian untuk arah menuju Jawa Timur seperti Surabaya, Ngawi, Lamongan, Jombang, dan seterusnya," ucapnya.

Dia menambahkan, para petani di wilayah sekitar juga kerap memanfaatkan akses Jalan Randublatung-Cepu. "Para petani yang mengangkut gabah, beras, lewat situ. Truk-truk besar juga ya lewat jalan tersebut," ujar Lubiz.

Oleh sebab itu, Lubiz mengatakan, kerusakan Jalan Randublatung-Cepu sangat mengganggu dan menghambat mobilitas warga. "Lubang di jalan itu cukup dalam. Waktu musim penghujan itu sangat bahaya sekali. Banyak korban waktu musim penghujan kemarin karena jalannya kan ketutup air," ucapnya.

Menurut Lubiz, saat malam, penerangan di Jalan Randublatung-Cepu juga minim. Hal itu juga membahayakan kendaraan yang melintas. Dia mengatakan, warga di sana cukup gusar dengan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi yang seolah menyepelekan kondisi jalan tersebut.

Hal itu yang akhirnya mendorong warga menggelar aksi penanaman pohon pisang di lubang-lubang yang terdapat di Jalan Randublatung-Cepu pada Ahad lalu. "Rata-rata dari tetangga saya, bahkan orang dari luar, banyak yang jengkel dengan tanggapan Gubernur. Seperti menyepelekan," kata Lubiz.

Dia mengatakan, warga di sana sudah sempat menanyakan kepada Bupati Blora kapan Jalan Randublatung-Cepu akan diperbaiki. "Cuman setelah mendengar respons Gubernur, malah tersulut emosi masyarakat Randublatung. Dibilang bukan akses utama, tidak bisa menggerakkan roda ekonomi. Padahal jalan itu strategis untuk perputaran ekonomi," ujarnya.

Lubiz berharap Jalan Randublatung-Cepu segera diperbaiki. "Untuk Gubernur paling utama itu ketika menanggapi sesuatu itu harua difilter lah. Yang bikin jengkel masyarakat itu penyampaian gubernur," ucapnya.

"(Aksi) penanaman pohon pisang ini puncak emosi dan kekesalan dari masyarakat akibat dari tanggapan Gubernur sendiri," tambah Lubiz.

Sebelumnya Ahmad Luthfi menanggapi keluhan Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, soal Jalan Randublatung-Cepu yang rusak. Momen itu terjadi saat acara Rembug Pembangunan Jawa Tengah Wilayah Jepara, Kudus, Pati, Rembang, dan Blora pada Selasa (26/5/2026).

Kepada Luthfi, Sri menyampaikan bahwa Jalan Randublatung-Cepu telah viral di media sosial akibat kondisinya yang rusak. “Viral itu harus dimitigasi. Satu, dilakukan pengecekan. Dua, disesuaikan dengan kemampuan,” kata Luthfi.

Luthfi menambahkan bahwa pernah ada seorang lurah di Kabupaten Sragen yang memprotes jalan rusak kepada bupati. Luthfi pun mengaku sempat bertanya kepada bupati terkait soal mengapa aksi protes jalan rusak itu viral.

“‘Ndan, kalau jalan itu saya bangun, itu tidak ada manfaatnya dan biayanya besar sekali. Saya lebih mengutamakan jalan yang sini, karena di sini adalah menguntungkan bagi masyarakat, bagi pertumbuhan ekonomi’,” kata Luthfi menyitir pernyataan bupati Sragen terkait kepadanya.

“Makanya yang bisa me-manage, yang tahu wilayah adalah para bupati, wali kota, dan dinasnya. Harus mempunyai skala prioritas. Karena dengan keterbatasan fiskal, tekanan fiskal di tempat kita, kita harus bisa menyiasati yang semacam itu,” tambah Luthfi.

Video tanggapan Luthfi soal rusaknya Jalan Randublatung-Cepu kemudian viral di media sosial. Cukup banyak warganet yang mengkritik karena Luthfi dinilai menyepelekan kerusakan ruas jalan tersebut. Padahal Jalan Randublatung-Cepu merupakan jalan provinsi yang pemeliharaan dan perbaikannya menjadi tanggung jawab Pemprov Jateng.

Respons Pemprov

Read Entire Article
Food |