Pelemahan Rupiah Tak Surutkan Minat Kalangan Kaya Berburu Hunian Mewah

5 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelemahan nilai tukar rupiah yang mendekati level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) dinilai belum banyak memengaruhi minat kalangan berdaya beli tinggi terhadap hunian premium. Sejumlah pengembang mencatat permintaan dari segmen ultra-high-net-worth individual (UHNWI) masih terjaga, terutama untuk produk yang menawarkan eksklusivitas, privasi, dan kualitas lingkungan.

Head of Marketing & Business Development NavaPark, Wanto Ngali, mengatakan kondisi nilai tukar rupiah saat ini belum menjadi faktor utama yang memengaruhi keputusan pembelian rumah di segmen premium. Menurut dia, mayoritas konsumen telah memiliki alokasi anggaran khusus untuk mencari hunian yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka.

"Mayoritas pembeli membeli rumah ini untuk digunakan sendiri bersama keluarga. Mereka pada dasarnya sudah memiliki budget untuk mencari upgrade rumah yang mereka inginkan. Jadi bukan karena rupiah melemah lalu mereka tidak bisa membeli," ujar Wanto saat peluncuran Island Villa di BSD City, Rabu (3/6/2026).

Ia mengakui sebagian calon pembeli memilih menunggu dan mencermati perkembangan kondisi ekonomi sebelum mengambil keputusan. Namun, tidak sedikit pula yang langsung melakukan transaksi setelah melihat produk yang ditawarkan.

Menurut Wanto, respons pasar terhadap Island Villa cukup positif. Sebelum rumah contoh dibuka secara resmi, pengembang telah memperkenalkan produk tersebut kepada sejumlah calon pembeli. Dari 12 unit tahap awal yang dipasarkan, sebanyak enam unit telah terjual dalam waktu sekitar dua pekan. Tiga unit di antaranya merupakan tipe Signature yang menjadi produk tertinggi di klaster tersebut.

Wanto menjelaskan pembeli hunian premium umumnya berasal dari segmen UHNWI yang memiliki kebutuhan berbeda dibandingkan konsumen pada umumnya. Selain mempertimbangkan bangunan, mereka juga memperhatikan lingkungan, kenyamanan, privasi, serta kualitas hidup yang ditawarkan suatu kawasan.

"Kami mencoba masuk ke blue ocean market dengan menyasar segmen ultra-high-net-worth individual. Pasar ini sangat kecil, tetapi ekspektasinya sangat tinggi," kata Wanto.

Deputy Project Director NavaPark, Jonathan Widjanarko Rukma, mengatakan tren permintaan hunian premium saat ini tidak hanya ditopang oleh faktor lokasi dan desain bangunan, tetapi juga kualitas lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat.

Menurut dia, kawasan Island Villa dikembangkan dengan konsep resort-style living yang terintegrasi dengan ruang terbuka hijau. Dari total lahan seluas delapan hektare, sekitar 2,1 hektare didedikasikan sebagai area hijau, termasuk taman pusat seluas satu hektare yang menjadi pusat kawasan.

Selain itu, penghuni memperoleh akses langsung ke Botanic Park seluas 10 hektare yang mengelilingi kawasan. Jonathan menilai keberadaan ruang terbuka hijau yang luas menjadi salah satu faktor yang semakin dicari konsumen kelas atas di tengah padatnya kawasan perkotaan.

"Kami tidak hanya menjual rumah. Kami menjual lifestyle, lingkungan, dan pengalaman hidup yang berbeda," ujar Jonathan.

Pengembang menilai faktor eksklusivitas, lingkungan hijau, serta keterbatasan jumlah unit menjadi daya tarik utama bagi konsumen kelas atas. Karena itu, permintaan terhadap hunian premium diperkirakan tetap terjaga meski pasar secara umum menghadapi tantangan akibat tekanan nilai tukar rupiah dan ketidakpastian ekonomi global.

Read Entire Article
Food |