Laba Bank Mega Tumbuh 28 Persen pada 2025, Tembus Rp 3,36 Triliun

7 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Bank Mega Tbk membukukan laba setelah pajak (profit after tax/PAT) sebesar Rp3,36 triliun pada 2025, tumbuh sebesar 28 persen (year-on-year/yoy) dari posisi yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,63 triliun. Sedangkan laba sebelum pajak (profit before tax/PBT) juga tercatat tumbuh 28 persen (yoy) dari sebesar Rp3,26 triliun pada 2024 menjadi Rp4,16 triliun pada 2025.

Corporate Secretary Bank Mega Christiana M Damanik dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (10/6/2026), mengatakan bahwa pencapaian itu menjadi hal yang disyukuri oleh perseroan, karena berhasil diraih di tengah kondisi perekonomian yang relatif menantang. 

Adapun perolehan laba Bank Mega dikontribusikan melalui kenaikan fee based income sebesar 54 persen yoy dari Rp1,82 triliun pada 2024 menjadi Rp2,79 triliun pada 2025.

Total aset Bank Mega tercatat meningkat 4 persen (yoy) menjadi Rp140,83 triliun, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp134,92 triliun.

Dari sisi intermediasi, kredit tumbuh 4 persen (yoy) menjadi Rp67,23 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp64,65 triliun. Komposisi terbesar total kredit berasal dari sektor korporasi sebesar Rp46,30 triliun, dengan share sebesar 69 persen.

Sementara dari sisi penghimpunan dana, perseroan mencatat dana pihak ketiga (DPK) meningkat 14 persen (yoy) menjadi Rp104,13 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp91,67 triliun.

Menurut perseroan, komposisi DPK masih didominasi oleh deposito. Meski begitu, saldo Current Account Saving Account (CASA) meningkat 2 persen (yoy) menjadi Rp28,14 triliun dari Rp27,57 triliun pada periode sebelumnya.

Perseroan menyampaikan, upaya penurunan cost of fund juga terus dilakukan sehingga berhasil dijaga berada pada level yang kompetitif hingga akhir 2025, meskipun industri perbankan masih berada dalam lingkungan suku bunga yang relatif tinggi.

Kinerja positif perseroan juga tercermin dari pencapaian berbagai rasio keuangan yang kuat. Rasio permodalan tercatat sehat dengan capital adequacy ratio (CAR) 30,49 persen.

Profitabilitas juga tetap kuat dengan return on assets (ROA) sebesar 3,10 persen dan return on equity (ROE) sebesar 15,54 persen.

Likuiditas terjaga dengan baik, tercermin dari loan to deposit ratio (LDR) sebesar 64,48 persen, sementara kualitas kredit tetap terjaga dengan non-performing loan (NPL) gross pada level 1,65 persen.

Manajemen Bank Mega menilai bahwa pertumbuhan kinerja perseroan pada 2025 mencerminkan perbaikan fundamental bisnis.

Ke depan, Bank Mega akan terus menyesuaikan strategi bisnisnya untuk menciptakan profitabilitas yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah kepada seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) perseroan.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Food |