REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dadan Hindayana akhirnya dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Presiden RI Prabowo Subianto pada Selasa (2/6/2026) mencopot Dadan dan menggantinya dengan Nanik S Deyang yang sebelumnya adalah wakil Dadan.
Dadan, yang merupakan ahli bidang serangga dari Institut Pertanian Bogor, resmi menjabat sebagai Kepala BGN oleh Presiden Ke-7 Joko Widodo (Jokowi) sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Presiden RI Nomor: 94B Tahun 2024 tentang Pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional. Dadan dilantik pada 19 Agustus 2024 bersama dengan para pejabat negara lainnya pada masa pemerintahan Presiden Jokowi dan berlanjut pada masa pemerintahan Presiden Prabowo hingga 2 Juni 2026.
Selama menjabat Kepala BGN, Dadan beberapa kali melontarkan pernyataan atau kebijakan yang menuai pro dan kontra di publik, bahkan viral. Berikut rangkuman peristiwanya.
1. Kontroversi susu dua liter per hari
Dadan sempat memantik emosi publik mengenai konsumsi susu hingga dua liter setiap hari. Dadan menganggap konsumsi susu sebanyak itu dapat membuat kedua anaknya mengalami pertumbuhan tinggi badan.
Penyampaian pesan itu dinilai kurang tepat lantaran masyarakat condong fokus pada angka konsumsi susu yang dinilai tak realistis secara ekonomi maupun kesehatan bagi sebagian besar keluarga Indonesia.
2. Menu MBG sepanjang Ramadan dianggap kurang maksimal
BGN memicu atensi masyarakat saat program MBG tetap bergulir sepanjang bulan Ramadhan. Tetapi, menu yang dilaporkan warganet dipandang tak memadai karena hanya roti, sereal instan, dua butir kurma, dan telur rebus. Menu itu dianggap kurang mengenyangkan dan belum menunjukkan standar gizi ideal bagi anak yang berpuasa.
3. Klaim keperluan 1,9 Juta ekor sapi untuk MBG
Dadan mengeklaim ada kebutuhan sapi nasional dalam jumlah besar guna mendukung program MBG. Dalam sebuah diskus bersama Presiden Prabowo, Dadan mengeklaim kalau setiap anak mendapat menu daging sapi satu kali dalam sepekan, maka kebutuhan nasional ditaksir di angka sekitar 1,9 juta ekor sapi per tahun. Hal itu menuai perdebatan karena angka itu sulit dijawab lewat produksi dalam negeri saja.
4. Kasus keracunan dan pengawasan program MBG
Saat kasus dugaan keracunan makanan MBG di beberapa daerah muncul membuat publik meragukan standar mutu makanan kepada penerima. Dadan mengklaim sudah bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait pengawasan MBG. Tetapi, Kepala BPOM Taruna Ikrar merasa tidak terlibat langsung mengawasi standar kelayakan dapur dan makanan, melainkan hanya menangani kasus saat terjadi keracunan.
5. Pengadaan fantastis BGN
Kebijakan Dadan dalam pengadaan kendaraan sepeda motor trail listrik yang diduga merupakan model Emmo JVX GT dengan harga sekitar Rp 42 juta hingga Rp 56,8 juta per unit sempat memantik emosi publik. Pengadaan lain yang ikut disorot yakni kaos kaki untuk petugas SPPG hingga pengadaan laptop.
6. Wacana penyaluran MBG ke luar negeri
Dadan sempat merencanakan program MBG diperluas ke Arab Saudi. Dadan mengklaim rencana itu memperoleh sambutan dari pihak sekolah Indonesia di Saudi. Pernyataan ini menjadi isu kontroversial terakhir Dadan sebelum akhirnya dicopot Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (2/6/2026) malam.

12 hours ago
10













































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499312/original/081206000_1770782561-Depositphotos_132132754_XL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509321/original/086615600_1771679962-SnapInsta.to_630114161_18162147202417018_2870114530835891224_n__1_.jpg)
