Fimela.com, Jakarta Lebaran di Banten tidak hanya semarak dengan hidangan utama seperti ketupat dan opor ayam, tetapi juga dihiasi dengan beragam camilan khas yang menjadi suguhan istimewa bagi para tamu. Kudapan tradisional ini, yang kaya akan cita rasa dan tekstur, diwariskan dari generasi ke generasi dan tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat.
Dimulai dengan emping melinjo khas Pandeglang yang gurih, sagon kelapa yang manis, hingga kue cuer hijau yang kenyal, setiap camilan membawa cerita dan kelezatan tersendiri yang membuatnya menjadi pilihan favorit saat Hari Raya. Tak hanya itu, ada juga kue pasung, kue tambang, getas Banten, dan ranginang yang selalu setia menghiasi meja tamu.
Penasaran dengan camilan khas Banten yang selalu hadir saat Lebaran? Simak daftar lengkapnya berikut ini, yang dirangkum oleh Fimela.com, Senin (31/3).
Hari Raya kurang afdol tanpa makanan ringan yang bisa menambah suasana lebih hangat. Berikut beberapa camilan khas tanah air yang wajib saat lebaran.
Emping Melinjo, Camilan Gurih Khas Pandeglang
Emping melinjo adalah camilan istimewa yang dibuat dari biji melinjo yang ditumbuk, kemudian dikeringkan dan digoreng hingga mencapai kerenyahan sempurna. Dengan rasa khas yang sedikit pahit, emping tetap menjadi pilihan favorit banyak orang, terutama saat perayaan Lebaran.
Kini, emping melinjo hadir dalam berbagai varian rasa yang menggugah selera, mulai dari manis, pedas, hingga keju. Inovasi rasa ini membuat emping semakin digemari oleh berbagai kalangan. Emping sering dijadikan sebagai camilan atau pelengkap hidangan khas Lebaran seperti opor dan semur.
Karena daya tahannya yang cukup lama dan cita rasanya yang unik, emping melinjo menjadi salah satu oleh-oleh khas Banten yang sering dibawa oleh para pemudik setelah Lebaran.
Sagon Kelapa, Manis Legit dengan Aroma Kelapa
Sagon kelapa merupakan camilan istimewa dari Banten yang terbuat dari kelapa parut, tepung ketan, dan gula kelapa, kemudian dipanggang hingga mencapai warna kecokelatan yang menggoda.
Bagian luar sagon ini renyah, sementara di dalamnya terasa lembut, menciptakan sensasi unik saat dinikmati. Aroma kelapa yang kuat menjadi daya tarik utama dari camilan ini, menjadikannya teman sempurna untuk menikmati teh atau kopi saat bersantai di Hari Raya.
Tidak hanya digemari di Banten, sagon kelapa juga mendapat tempat di hati masyarakat berbagai daerah di Indonesia. Hal ini berkat cita rasanya yang khas dan proses pembuatannya yang masih mempertahankan cara tradisional.
Kue Cuer Hijau, Kenyal dan Gurih dari Daun Suji
Kue cuer, sebuah camilan tradisional khas dari Banten, memikat dengan warna hijau alaminya yang diperoleh dari daun suji. Teksturnya yang kenyal mengingatkan kita pada kue lapis, namun kue ini menawarkan sensasi gurih yang istimewa berkat taburan kelapa parut di atasnya.
Dibalut dalam daun pisang, kue cuer menyebarkan aroma khas yang menggugah selera dan menawarkan cita rasa yang unik. Dengan tingkat kemanisan yang pas, kue ini menjadi pendamping yang sempurna untuk sajian Lebaran yang seringkali didominasi oleh aneka hidangan manis.
Di daerah Serang, kue ini juga dikenal dengan sebutan cucuwer dan menjadi buruan para warga, terutama saat bulan Ramadan hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri.
Kue Pasung Banten, Manis Legit dari Gula Merah
Kue pasung adalah salah satu camilan tradisional yang memikat hati, dan dapat dengan mudah ditemukan di berbagai penjuru Banten, seperti di Serang, Pandeglang, dan Lebak. Kue ini terbuat dari perpaduan harmonis antara gula merah, santan, dan tepung beras, yang menghasilkan tekstur lembut serta cita rasa manis yang khas. Keunikan kue pasung juga terlihat dari bentuknya yang menarik, dibungkus dengan daun pisang yang mengerucut di ujungnya, mengingatkan kita pada es krim tradisional.
Tak hanya gula merah, beberapa varian kue pasung juga diberi tambahan irisan nangka atau kelapa parut. Penambahan ini semakin memperkaya rasa dan aroma, menjadikan setiap gigitan sebagai pengalaman yang tak terlupakan.
Kue Tambang, Camilan Renyah Berbentuk Unik
Kue tambang, dengan bentuk uniknya yang menyerupai tali tambang yang dipilin, menawarkan sensasi renyah dan rasa manis gurih yang sempurna. Kue ini menjadi pilihan ideal untuk menyambut tamu saat perayaan Lebaran.
Dibuat dari campuran bahan-bahan sederhana seperti tepung terigu, telur, gula, dan mentega, kue ini digoreng hingga berwarna cokelat keemasan, memberikan tekstur renyah yang khas. Karena daya tahannya yang baik, kue tambang menjadi camilan favorit di banyak rumah di Banten selama Hari Raya.
Proses pembuatannya yang relatif mudah membuat tradisi membuat kue tambang sendiri tetap hidup di kalangan keluarga di Banten menjelang datangnya Lebaran.
Kue Gipang, Manis Renyah dari Beras Ketan
Kue gipang merupakan camilan tradisional yang mewakili cita rasa khas Banten. Dibuat dari beras ketan yang dikeringkan, kemudian dipadukan dengan gula merah atau gula putih, kue ini menawarkan tekstur yang keras namun tetap renyah saat digigit, menciptakan sensasi unik di setiap kunyahan.
Proses pembuatan gipang memerlukan ketelitian tinggi, terutama dalam mencampur gula agar teksturnya sempurna. Kemanisannya yang khas dan sedikit lengket menjadikannya favorit di kalangan anak-anak dan dewasa.
Dengan daya tahan yang cukup lama, kue gipang sering dipilih sebagai oleh-oleh khas Banten. Tak heran jika kue ini menjadi sajian wajib yang menghiasi meja tamu saat perayaan Lebaran, menambah kemeriahan suasana dengan rasanya yang istimewa.
Getas Banten, Renyah dengan Lapisan Gula yang Manis
Getas adalah camilan istimewa dari Banten yang terbuat dari perpaduan tepung beras ketan, santan, dan gula. Setelah digoreng hingga garing, bagian luarnya dilapisi dengan gula yang mengeras, memberikan sensasi renyah dan manis yang memanjakan lidah saat digigit.
Camilan ini sering kali menjadi pasangan sempurna untuk secangkir teh atau kopi di sore hari, terutama saat berkumpul bersama keluarga di momen Lebaran.
Berkat cita rasanya yang khas dan teksturnya yang unik, getas Banten selalu menjadi pilihan favorit yang tak pernah absen dalam perayaan Hari Raya.
Tapai Ketan dan Kolang Kaling, Kombinasi Manis dan Segar
Tapai ketan dan kolang kaling merupakan perpaduan camilan tradisional yang kerap menghiasi meja-meja di rumah warga Banten saat Lebaran tiba.
Tapai ketan, yang terbuat dari beras ketan yang mengalami proses fermentasi, menawarkan cita rasa manis dengan sentuhan asam yang lembut.
Di sisi lain, kolang kaling yang direbus bersama gula memberikan sensasi kesegaran yang unik. Kombinasi dari kedua makanan ini biasanya disajikan dalam mangkuk kecil, menjadikannya camilan favorit yang tak boleh dilewatkan, terutama selama perayaan Lebaran.
Kue Akar Kelapa, Camilan Manis yang Mirip Akar Pohon
Kue akar kelapa memiliki tampilan yang unik, menyerupai akar pohon dengan tekstur yang renyah dan cita rasa gurih manis yang khas.
Dibuat dari perpaduan tepung ketan, telur, margarin, dan gula, kue ini digoreng hingga mencapai kerenyahan sempurna dan mampu bertahan lama.
Hal ini menjadikannya camilan praktis yang selalu hadir saat perayaan Lebaran. Meski kue ini populer di Banten, ia juga memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Betawi, dengan cita rasa khas yang membedakannya dari varian di daerah lain.
Ranginang, Kerupuk Ketan yang Gurih dan Renyah
Ranginang adalah camilan istimewa yang selalu hadir meramaikan suasana Lebaran di Banten. Dibuat dari beras ketan yang dikeringkan hingga sempurna, kemudian digoreng hingga mengembang, ranginang menawarkan sensasi renyah dengan cita rasa gurih yang menggugah selera.
Umumnya, ranginang tersedia dalam varian rasa original yang klasik atau pedas yang menggigit, menjadikannya pilihan oleh-oleh khas yang tak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Banten.
Keunikan proses pembuatannya serta ketahanannya yang lama menjadikan ranginang sebagai camilan wajib yang selalu dinanti-nantikan di setiap perayaan Lebaran.
People Also Ask (FAQ)
1. Apa saja camilan khas Banten yang selalu ada saat Lebaran?
Beberapa camilan khas Banten yang sering disajikan saat Lebaran antara lain emping melinjo, sagon kelapa, kue cuer, kue pasung, kue akar kelapa, dan kue gipang.
2. Mengapa emping melinjo menjadi camilan favorit saat Lebaran?
Karena teksturnya yang renyah dan cita rasanya yang unik, emping melinjo cocok sebagai pelengkap hidangan utama seperti opor dan semur.
3. Apa yang membuat kue pasung khas Banten berbeda dari kue lainnya?
Kue pasung memiliki rasa manis legit dari gula merah dan bentuknya unik karena dibungkus dalam daun pisang, menambah aroma khas saat disantap.
4. Bagaimana cara menyajikan sagon kelapa agar lebih nikmat?
Sagon kelapa paling lezat disajikan dalam keadaan hangat, ditemani secangkir teh atau kopi untuk menambah kenikmatan.
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.