Kumpulkan Bos-bos BUMN, Mentan Pamer Capaian Sektor Pangan

5 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggelar rapat koordinasi tindak lanjut pembahasan hilirisasi pertanian bersama Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata dan sejumlah direksi utama BUMN pangan seperti Pupuk Indonesia, Perum Bulog, Agrinas Pangan, dan Agrinas Palma di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (30/3/2026). Amran menyampaikan rapat ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto pekan lalu.

"Beliau (Prabowo) menyampaikan kita melakukan akselerasi hilirisasi. Yang pertama, untuk sektor pertanian, hilirisasi biofuel. Di saat kondisi geopolitik yang memanas, kita butuh langkah cepat," ujar Amran saat konferensi pers terkait tindak lanjut pembahasan hilirisasi pertanian di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (30/3/2026).

Amran menyebut Prabowo sebagai sosok visioner yang memprioritaskan kemandirian pangan dan energi sejak dilantik sebagai presiden. Amran mengatakan keseriusan tersebut telah membuahkan hasil nyata dalam upaya swasembada pangan nasional.

"Sektor pangan, alhamdulillah, hari ini tertinggi sepanjang sejarah. Stok kita 4,3 juta ton (cadangan beras), ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Tahun lalu maksimal 4,2 juta ton, hari ini 4,3 juta ton, bulan depan lima juta ton. Kapasitas gudang hanya tiga juta ton. Kita sewa gudang, dua juta ton kapasitasnya," ucap Amran.

Amran mengatakan ketersediaan stok cadangan beras memberikan ketenangan bagi masyarakat pada periode Ramadhan dan Idulfitri. Ia juga menyebut harga beras tidak lagi menjadi penyumbang utama inflasi.

"10–20 tahun terakhir, biasanya nomor satu penyumbang inflasi adalah beras," sambung Amran.

Amran mengatakan pemerintahan Prabowo telah menunaikan janjinya menyetop impor solar dan menggantinya dengan biofuel sawit B50 sebanyak 5,3 juta ton.

"Yang ketiga, mimpi kita E20, etanol campuran bensin 20 persen dari jagung, ubi, dan tebu. Semua bisa tumbuh di Indonesia. Artinya ke depan bagaimana kita mandiri energi, mandiri pangan. Ini kita lakukan bersama-sama, kita bergerak bersama-sama. Nah ini kita kejar," lanjut Amran.

Amran menyebut kondisi geopolitik yang memanas memberikan hikmah bagi Indonesia untuk mewujudkan kemandirian pangan. Ia mengatakan akselerasi hilirisasi pertanian akan dibarengi dengan penguatan hilirisasi mineral lainnya seperti nikel, bauksit, dan lain-lain.

"Kita bisa menjadi pemain utama di dunia, khususnya pangan dan energi," kata Amran.

Read Entire Article
Food |