Cara Memasak Nasi Putih yang Lebih Rendah Gula Tanpa Menggunakan Minyak Kelapa

6 days ago 21
Situs Liputan Sore Jitu Terpercaya

Fimela.com, Jakarta Nasi putih merupakan makanan utama bagi banyak masyarakat, khususnya di Indonesia. Meskipun demikian, nasi mengandung pati yang cukup tinggi. Menurut informasi dari Healthline, satu cangkir nasi putih mengandung sekitar 45 gram karbohidrat yang setara dengan 206 kalori.

Pati yang terdapat dalam nasi terbagi menjadi dua jenis, yaitu, Pati yang mudah dicerna, yang cepat diubah menjadi gula dalam darah, dan Pati yang sulit dicerna, yang memiliki kandungan serat lebih tinggi dan bermanfaat untuk sistem pencernaan. Sayangnya, sebagian besar pati dalam nasi putih adalah jenis yang mudah dicerna, sehingga dapat meningkatkan risiko kadar gula darah yang tinggi.

Dengan mengetahui teknik memasak nasi yang tepat, kita dapat menikmati hidangan ini tanpa khawatir akan lonjakan kadar gula darah. Dirangkum Fimela pada Jumat (28/03/2025) dari berbagai sumber. Berikut adalah beberapa metode memasak nasi yang lebih sehat dan rendah gula.

Apa Penyebab Nasi Putih Memiliki Kandungan Gula yang Tinggi?

Nasi putih merupakan makanan pokok bagi banyak orang, terutama di Indonesia. Kandungan utama dalam nasi adalah pati, yang cukup tinggi. Menurut data dari Healthline, satu cangkir nasi putih mengandung sekitar 45 gram karbohidrat dan menyumbang sekitar 206 kalori.

Pati dalam nasi terbagi menjadi dua jenis:

  • Pati yang mudah dicerna, yang cepat terurai menjadi gula dalam darah.
  • Pati yang sulit dicerna, yang lebih kaya serat dan bermanfaat bagi pencernaan.

Sayangnya, mayoritas pati dalam nasi putih termasuk dalam kategori yang mudah dicerna, sehingga dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah.

Risiko Kesehatan Akibat Konsumsi Gula Berlebihan dalam Nasi

Asupan gula yang berasal dari pati dalam beras memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan, khususnya bagi individu yang menderita diabetes serta mereka yang berusaha mempertahankan berat badan ideal. Kenaikan kadar gula dalam darah dapat menambah risiko terjadinya, diabetes tipe 2, resistensi insulin, serta peningkatan lemak tubuh.

Dalam sebuah studi yang dipresentasikan di 249th National Meeting and Exposition of the American Chemical Society, ditemukan bahwa air tajin yang dihasilkan saat memasak nasi mengandung pati yang mudah dicerna, yang berkontribusi pada peningkatan kadar gula darah. Hal ini menunjukkan pentingnya memahami dampak dari konsumsi nasi terhadap kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu.

Metode Memasak Nasi dengan Gula Rendah Tanpa Menggunakan Minyak Kelapa

Banyak orang beranggapan bahwa menambahkan minyak kelapa ke dalam nasi dapat menurunkan kadar gula. Namun, terdapat metode yang lebih mudah dan efisien, yaitu dengan membuang air tajin saat memasak nasi. Berikut adalah langkah-langkah yang perlu diikuti

  • Cuci beras seperti biasa.
  • Masukkan beras ke dalam rice cooker dan tambahkan air secukupnya.
  • Masak hingga rice cooker mengeluarkan uap.
  • Buka rice cooker dan angkat panci menggunakan kain.
  • Buang air tajin dari rebusan beras.
  • Tambahkan air baru secukupnya untuk merendam beras.
  • Tutup rice cooker dan lanjutkan proses memasak hingga matang.

Menurut YouTube ABC, "metode ini terbukti efektif dalam mengurangi kadar pati yang mudah dicerna dalam nasi."

Keuntungan Menghilangkan Air Tajin Saat Memasak Nasi

Membuang air tajin bukan hanya berfungsi untuk menurunkan kadar gula yang terdapat dalam nasi, tetapi juga memiliki berbagai manfaat lainnya. Salah satu manfaat tersebut adalah mengurangi kalori yang berasal dari pati yang mudah dicerna, sehingga dapat berkontribusi dalam menjaga kesehatan.

Selain itu, proses ini juga membantu dalam menjaga kestabilan kadar gula darah. Dengan demikian, hal ini dapat menurunkan risiko terjadinya diabetes serta obesitas. Tak hanya itu, nasi yang dihasilkan tetap sehat tanpa mengubah rasa dan teksturnya secara signifikan, sehingga tetap enak untuk dinikmati.

Nasi Dingin Lebih Sehat dan Rendah Gula

Selain membuang air tajin, mendinginkan nasi sebelum dimakan juga berperan penting dalam menurunkan kadar gula darah. Menurut penelitian yang dirilis oleh sugarfit.com, nasi yang telah didinginkan mengandung pati resisten yang lebih tinggi, sehingga lebih sulit dicerna dan tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat.

Untuk memaksimalkan manfaat ini, disarankan agar Anda membiarkan nasi yang telah dimasak dingin selama beberapa jam sebelum menyantapnya. Selain itu, menyimpan nasi di dalam lemari es selama minimal 12 jam sebelum dikonsumsi juga sangat dianjurkan. Jika Anda ingin menyantap nasi tersebut, Anda bisa menghangatkannya kembali, karena pati resisten akan tetap ada meskipun nasi dipanaskan ulang.

Pertanyaan Umum Tentang Metode Memasak Nasi Rendah Gula

1. Apakah benar bahwa membuang air tajin dapat menurunkan kadar gula dalam nasi?

Memang, dengan membuang air tajin, kita dapat mengurangi sebagian besar pati yang mudah dicerna, yang dapat menyebabkan lonjakan gula darah setelah makan.

2. Apakah nasi yang sudah didinginkan lebih baik untuk kesehatan dibandingkan nasi yang baru dimasak?

Jawabannya adalah ya. Nasi dingin mengandung pati resisten yang lebih tinggi, yang sangat bermanfaat bagi pengendalian gula darah.

3. Apa lagi yang bisa dilakukan selain membuang air tajin untuk menurunkan kadar gula dalam nasi?

Selain itu, kita juga bisa mendinginkan nasi sebelum mengonsumsinya atau menggunakan minyak kelapa saat proses memasak. Metode tersebut dapat membantu mengurangi dampak gula dalam nasi.

4. Apakah metode ini bisa diterapkan pada semua jenis beras yang ada?

Tentu saja, cara ini dapat digunakan untuk berbagai jenis beras, seperti beras putih, merah, dan cokelat. Namun, beras merah dan cokelat cenderung lebih sehat karena memiliki kandungan serat yang lebih tinggi serta indeks glikemik yang lebih rendah.

5. Apakah nasi yang dimasak dengan cara ini tetap enak dan memiliki tekstur pulen?

Ya, selama kita memperhatikan takaran air setelah membuang air tajin, nasi yang dihasilkan tidak akan terlalu lembek atau keras, sehingga tetap enak untuk dinikmati.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Read Entire Article
Food |