Peserta mengikuti parade pembukaan Festival Payung Indonesia di Taman Balekambang Solo, Jawa Tengah, Jumat (4/9/2026). Festival yang mengusung tema Catra Padi sebagai wujud apresiasi terhadap tradisi pertanian nusantara itu menampilkan 5.000 payung tradisi dan kreasi. (FOTO : ANTARA FOTO/Maulana Surya)
Perajin menunjukkan proses membuat payung lukis tradisi pada Festival Payung Indonesia. Festival ini melibatkan sekitar 3.000 seniman dan artisan dari 150 grup seni di Indonesia, serta delegasi dari Thailand, Jepang, Korea Selatan, India, dan Pakistan. (FOTO : ANTARA FOTO/Maulana Surya)
REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Keahlian tangan perajin menghidupkan kembali payung tradisi melalui goresan warna dan motif dalam Festival Payung Indonesia 2026 di Taman Balekambang, Solo, Jawa Tengah, Jumat (4/9/2026). Payung yang selama ini dikenal sebagai benda pelindung dari panas dan hujan dihadirkan sebagai medium seni sekaligus ruang untuk merawat tradisi Nusantara.
Festival Payung Indonesia 2026 mengusung tema “Catra Padi – Sepayung Dewi Sri”, yang mengangkat hubungan antara padi, tradisi pertanian, budaya, dan kehidupan masyarakat Nusantara. Memasuki penyelenggaraan ke-13, festival berlangsung pada 4–6 September 2026.
Sebanyak 5.000 payung tradisi dan kreasi ditampilkan dalam festival yang melibatkan sekitar 3.000 seniman dan artisan dari 150 grup seni di Indonesia, serta delegasi dari Thailand, Jepang, Korea Selatan, India, dan Pakistan. Kehadiran para perajin dan seniman menjadikan festival ini bukan sekadar tontonan, tetapi ruang pertemuan untuk mengenalkan, mengembangkan, dan menjaga keberlanjutan payung tradisional sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.
sumber : Antara Foto

2 hours ago
9

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5692679/original/097423800_1778569231-1_1_.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552488/original/035803500_1775810333-35830.jpg)









