Tekan Angka Pengangguran, Kemnaker Suntik Modal Rp15 Juta bagi 1.000 Tenaga Kerja Mandiri

5 hours ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyalurkan bantuan modal usaha sebesar Rp15 juta kepada 1.000 tenaga kerja mandiri (TKM) lanjutan. Modal tersebut dapat digunakan untuk pengembangan usaha sehingga mampu membuka lapangan pekerjaan dan mengikis angka pengangguran di Indonesia.

TKM lanjutan yang bergerak di bidang barang dan jasa, industri boga, pertanian, peternakan, perikanan, dan kelautan sedang menjalani pembekalan di Balai Besar Perluasan Kesempatan Kerja (BBPKP) Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.

“Untuk TKM lanjutan, masing-masing mendapatkan modal usaha Rp15 juta, dilanjutkan dengan pendampingan selama tiga bulan. Sementara TKM pemula, mereka mendapatkan modal Rp 5 juta. Kita berikan pelatihan dan pendampingan juga,” kata Menteri Ketenagakerjaan Yassierli kepada wartawan, Jumat (4/9/2026).

Dirinya menjelaskan, pembekalan untuk TKM ini merupakan komitmen berkelanjutan pemerintah dalam memperluas lapangan pekerjaan secara mandiri. Program ini diklaim telah mencetak banyak wirausahawan yang berkembang pesat hingga mampu menyerap tenaga kerja lokal.

“Ini adalah salah satu upaya kita untuk membuka perluasan kesempatan kerja. Dalam prosesnya, sudah ada banyak cerita-cerita sukses yang sudah kita dampingi. Ada yang sudah sukses dengan memiliki 70 orang karyawan, dan banyak yang lain,” ujar dia.

Untuk mendorong kemandirian bisnis lebih jauh, dikatakan Yassierli, Kemnaker selama ini menjembatani para alumni TKM dengan lembaga perbankan guna mendapatkan permodalan lanjutan.

“Kita selesai mereka, kemudian kita juga sambungkan dengan bank untuk pengembangan usahanya lebih lanjut,” ucapnya.

Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi angka pengangguran. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) mencapai 4,65 persen atau setara 7,2 juta orang.

Ia menegaskan, upaya penyerapan tenaga kerja dilakukan beriringan antara penguatan sektor formal dan pengembangan sektor informal berbasis kewirausahaan.

“Ada upaya pemerintah untuk membuka lapangan kerja untuk sektor-sektor formal, tapi juga ada upaya kita untuk kewirausahaan dan perluasan kesempatan kerja,” kata dia.

Read Entire Article
Food |