Legislator: Penyesuaian Tarif Ragunan Perlu Diikuti Peningkatan Kualitas

3 hours ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Penyesuaian tarif masuk Taman Margasatwa Ragunan (TMR) menjadi Rp10.000 telah disepakati DPRD DKI Jakarta dan pengelola Ragunan. Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth menilai penyesuaian tarif tersebut dapat menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas pengelolaan, pelayanan, serta kesejahteraan satwa di Ragunan.

Kenneth mengatakan, tambahan pendapatan dari tarif masuk dapat diarahkan untuk berbagai kebutuhan prioritas di Taman Margasatwa Ragunan. Menurut dia, peningkatan kualitas keamanan kandang, sanitasi, kebersihan, hingga perawatan satwa perlu mendapat perhatian.

“Beberapa waktu lalu ada anak yang terjatuh ke area kandang gajah. Nah, ini menjadi salah satu catatan kami dan kami berharap standar keamanan bisa ditingkatkan seiring penyesuaian tarif,” ungkap Kenneth.

Selain meningkatkan kualitas layanan, Kenneth menilai penyesuaian tarif dapat membantu Ragunan mengurangi ketergantungan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Saat ini, sekitar 70 persen biaya operasional Ragunan masih ditanggung APBD.

“Harapan kami dengan adanya peningkatan tarif ini adalah Taman Margasatwa Ragunan bisa mandiri secara finansial. Efisiensi pada anggaran APBD nantinya bisa digunakan untuk program lain yang lebih membutuhkan,” tutur Alumni PPRA Lemhannas RI Angkatan LXII tersebut.

Kenneth juga berharap peningkatan pendapatan dapat mendukung program pemuliaan satwa serta kesejahteraan pegawai dan petugas teknis di lapangan.

“Kondisi satwa harus tetap prima. Bahkan untuk satwa besar seperti gorila jantan yang saat ini belum memiliki pasangan, kita dorong agar ada skema pertukaran satwa antar kebun binatang agar bisa mendapatkan gorila betina sehingga mereka bisa berkembang biak dengan layak. Kesejahteraan pegawai dan petugas teknis di lapangan juga harus diperhatikan. Semua ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” beber politisi PDI Perjuangan itu.

Kebutuhan tenaga medis satwa juga menjadi perhatian Kenneth. Ia mencatat jumlah satwa di Taman Margasatwa Ragunan telah mencapai lebih dari 2.200 ekor, sementara jumlah dokter hewan yang tersedia sebanyak delapan orang.

“Ada lebih dari 2.200 jumlah satwa di Taman Margasatwa Ragunan, tetapi jumlah dokter hewannya hanya berjumlah 8 orang, kan timpang sekali ini. Kalau penyesuaian tarif tiket masuk bisa menambah pemasukan, maka penambahan dokter hewan harus menjadi hal prioritas yang wajib dilakukan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Taman Margasatwa Ragunan, drh. Endah Rumiyanti, menyambut baik penyesuaian tarif tersebut. Endah mengatakan, kebutuhan anggaran operasional Ragunan mencapai sekitar Rp160 miliar per tahun, sedangkan pendapatan mandiri yang diperoleh sekitar Rp30 miliar per tahun.

“Total kebutuhan anggaran operasional kami per tahunnya mencapai sekitar Rp160 miliar, tapi pendapatan mandiri yang mampu kami kumpulkan baru sekitar Rp30 miliar per tahun. Artinya, tingkat subsidi dari pemerintah daerah masih berada di kisaran 70 persen,” ungkap Endah.

Endah mengatakan, penyesuaian tarif akan diarahkan untuk mendukung peningkatan fasilitas pendukung, pemeliharaan kandang satwa, serta penataan kawasan sesuai masterplan pengembangan Ragunan.

“Bila penyesuaian tarif ini terlaksana, fokus utama kami adalah pembenahan fasilitas pendukung, perbaikan serta pemeliharaan kandang satwa, hingga penataan sistem zonasi kawasan berdasarkan masterplan yang telah disusun. Goal utamanya adalah menghadirkan ruang terbuka hijau dan kebun binatang berstandar internasional yang aman, nyaman, dan edukatif,” kata Endah.

Read Entire Article
Food |