Mengasah Kreativitas Siswa SLB Lewat Seni Kriya Bernuansa Budaya Betawi

5 hours ago 10

Siswa sekolah luar biasa (SLB) mengikuti pelatihan seni kriya di Pusat Pelatihan Seni Budaya (PPSB) Muhammad Mashabi, Tanah Abang, Jakarta, Jumat (4/9/2026). Pelatihan yang digelar Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Pusat tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengasah kreativitas sekaligus mengenal budaya Betawi melalui karya seni. (FOTO : Republika/Prayogi)

Sejumlah siswa SLB mengikuti praktik pembuatan karya seni kriya dalam pelatihan di PPSB Muhammad Mashabi. Sebanyak 50 siswa dari lima SLB negeri dan swasta di Jakarta Pusat mengikuti pelatihan yang berlangsung selama 10 hari tersebut. (FOTO : Republika/Prayogi)

Siswa mengerjakan karya seni kriya menggunakan bahan yang telah disiapkan instruktur. Materi pelatihan meliputi pemanfaatan kain, kayu, dan kertas yang diolah menjadi berbagai karya dengan mengangkat unsur budaya Betawi. (FOTO : Republika/Prayogi)

Siswa SLB mengikuti pelatihan seni kriya di Pusat Pelatihan Seni Budaya (PPSB) Muhammad Mashabi. Salah satu materi yang diajarkan dalam pelatihan adalah pembuatan boneka ondel-ondel, ikon budaya Betawi yang diperkenalkan kepada peserta melalui kegiatan praktik. (FOTO : Republika/Prayogi)

Proses pembelajaran dilakukan melalui praktik langsung sehingga peserta dapat mencoba setiap tahapan pembuatan karya sekaligus mengembangkan kreativitas sesuai kemampuan masing-masing. (FOTO : Republika/Prayogi)

Hasil karya peserta nantinya akan dikurasi untuk dipersiapkan dalam ajang Pekan Disabilitas tingkat kota administrasi maupun provinsi, sekaligus membuka ruang bagi siswa untuk menunjukkan potensi dan kreativitas mereka melalui karya seni. (FOTO : Republika/Prayogi)

Siswa SLB mengikuti pelatihan seni kriya di Pusat Pelatihan Seni Budaya (PPSB) Muhammad Mashabi. Para instruktur turut mendampingi peserta selama pelatihan agar dapat mengikuti setiap tahapan sesuai dengan kemampuan masing-masing. (FOTO : Republika/Prayogi)

Siswa menunjukkan hasil karya yang dibuat selama mengikuti pelatihan seni kriya. Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan dan menjaga nilai-nilai budaya Betawi di kalangan generasi muda. (FOTO : Republika/Prayogi)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap tangan memiliki cara sendiri untuk bercerita. Bagi siswa sekolah luar biasa (SLB), kayu, kertas, dan kain menjadi media untuk menuangkan kreativitas sekaligus mengenal kekayaan budaya Betawi.

Sebanyak 50 siswa dari lima SLB negeri dan swasta di Jakarta Pusat mengikuti pelatihan seni kriya di Pusat Pelatihan Seni Budaya (PPSB) Muhammad Mashabi, Tanah Abang, Jakarta, Jumat (4/9/2026). Pelatihan yang digelar selama 10 hari tersebut mengajak siswa belajar membuat berbagai karya seni kriya bernuansa budaya Betawi melalui praktik langsung.

Di tengah proses berkarya, para siswa mendapat pendampingan dari instruktur sesuai kemampuan masing-masing. Mereka tidak hanya belajar mengolah bahan menjadi karya, tetapi juga diberi ruang untuk mengeksplorasi ide dan mengekspresikan diri melalui seni.

Karya yang dihasilkan para peserta nantinya akan dikurasi untuk dipamerkan dalam ajang Pekan Disabilitas tingkat kota administrasi maupun provinsi. Kegiatan tersebut menjadi ruang inklusif bagi siswa SLB untuk menunjukkan bahwa kreativitas dapat tumbuh ketika mereka mendapatkan kesempatan, pendampingan, dan ruang untuk berkarya.

sumber : Republika

Read Entire Article
Food |