Pakar Hukum Kehutanan Dorong Semua Stakeholder Kolaborasi Cegah Karhutla Meluas

14 hours ago 10

Petugas menyemprotkan air saat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Senin (24/8/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah fenomena El Nino ekstrem membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Upaya mencegah dan menanggulangi kebakaran tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah maupun perusahaan pemegang konsesi, tetapi harus dilakukan melalui kerja sama dan semangat gotong royong.

Pakar hukum kehutanan Universitas Al-Azhar Indonesia Dr Sadino menjelaskan, kondisi El Nino berpotensi membuat dampak karhutla semakin besar dengan durasi yang lebih panjang. Karena itu, sambung dia, penanganannya membutuhkan kesiapan sumber daya, sarana dan biaya yang tidak sedikit.

"Kalau dilihat dari kondisi El Nino memang ada potensi ke sana, dampaknya lebih besar dengan waktu yang lebih panjang. Tentu memerlukan biaya besar, maka diperlukan kerja sama semua pihak," ujar Sadino dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Sadino menyebut, kebakaran merupakan musibah sekaligus ujian yang dapat terjadi di berbagai wilayah dan tidak mengenal status penguasaan lahan. Bahkan, kawasan hutan negara seperti taman nasional juga tidak terlepas dari ancaman kebakaran. "Api tidak bisa membedakan penguasaan lahan," katanya.

Karena itu, Sadino mengingatkan, penanganan karhutla harus dilakukan secara hati-hati dan tidak langsung menggeneralisasi bahwa setiap kebakaran disebabkan oleh kelompok tertentu atau perusahaan. Penyebab kebakaran perlu dibuktikan berdasarkan fakta di lapangan.

Dia menyatakan, sebagian besar pihak tentu tidak menghendaki terjadinya kebakaran. Namun, apabila ditemukan adanya pembakaran yang disengaja dan memiliki motif tertentu, hal tersebut menjadi ranah aparat penegak hukum untuk membuktikannya.

Sadino pun menekankan pentingnya penelusuran asal mula api (fire origin) dalam proses investigasi kebakaran. Penentuan titik awal kebakaran dapat membantu mengetahui dari mana api pertama kali muncul, tetapi belum otomatis menunjukkan siapa yang menyalakan api atau pihak yang harus bertanggung jawab. "Fire origin secara satelit mungkin diketahui, tetapi secara faktual sulit dilacak asal-usul apinya," ujarnya.

Read Entire Article
Food |