Fimela.com, Jakarta Bali, yang sering dijuluki Pulau Dewata, dikenal tidak hanya karena keindahan alam dan budayanya, tetapi juga karena kekayaan kuliner yang menggugah selera. Meskipun banyak wisatawan yang hanya mengenal Ayam Betutu sebagai salah satu hidangan khas, sebenarnya terdapat banyak pilihan lain yang juga sangat lezat dan autentik.
Menelusuri keunikan kuliner Bali merupakan pengalaman yang menarik bagi para pecinta makanan. Setiap hidangan memiliki latar belakang dan keistimewaan bumbu yang khas, yang mencerminkan kekayaan rempah-rempah yang ada di Indonesia. Dalam artikel ini, Anda akan diajak untuk mengenal lebih dekat mengenai 7 Makanan Khas Bali yang Wajib Kamu Coba, Gak Cuma Ayam Betutu.
Dari menu utama yang mengenyangkan hingga camilan yang menyegarkan, daftar kuliner ini akan menjadi panduan yang sangat berguna selama Anda berada di Bali. Bersiaplah untuk menikmati berbagai sensasi rasa yang bervariasi, mulai dari gurih, pedas, hingga manis, yang semuanya merupakan bagian integral dari identitas kuliner Bali, seperti yang dirangkum oleh fimela.com pada Jumat (8/8).
1. Nasi Jinggo: Praktis dan Ekonomis Khas Bali
Nasi Jinggo merupakan sajian nasi bungkus yang berasal dari Bali, terkenal karena ukurannya yang kecil dan harga yang terjangkau. Dengan ukuran yang hampir serupa dengan nasi kucing yang terkenal di Jawa, hidangan ini menjadi alternatif yang praktis untuk sarapan atau sebagai camilan ringan.
Umumnya, Nasi Jinggo disajikan dengan nasi putih yang masih hangat, sambal, serundeng, serta pilihan lauk seperti ayam suwir atau ikan. Selain berfungsi sebagai makanan sehari-hari, Nasi Jinggo juga sering hadir dalam berbagai perayaan adat yang ada di Bali. Hidangan ini "sering disajikan pada upacara Ngaben, acara ulang tahun, atau pertunjukan ogoh-ogoh," menegaskan betapa pentingnya Nasi Jinggo dalam tradisi masyarakat Bali.
Kehadiran Nasi Jinggo dalam berbagai acara menunjukkan kedekatannya dengan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Kombinasi antara nasi, lauk pauk yang sederhana, dan sambal pedas membuat Nasi Jinggo menjadi pilihan yang tidak hanya mengenyangkan tetapi juga memuaskan selera. Anda dapat dengan mudah menemukan penjual Nasi Jinggo di sepanjang jalan atau di pasar tradisional yang ada di Bali.
2. Lawar: Perpaduan Sayuran dan Daging Berbumbu Khas
Lawar merupakan salah satu kuliner tradisional yang berasal dari Bali dan dikenal akan kekayaan rempah serta cita rasanya yang khas. Hidangan ini terdiri dari kombinasi sayuran, kelapa parut, dan daging cincang, yang semuanya diolah dengan bumbu base genep, yaitu bumbu dasar yang menjadi ciri khas masakan Bali.
Keberagaman jenis Lawar menjadi daya tarik tersendiri, seperti lawar merah yang menggunakan darah segar, lawar putih yang bebas dari darah, dan lawar nangka. Bagi mereka yang menginginkan pilihan halal, Lawar kuwir (terbuat dari daging entog) atau lawar ayam dapat menjadi alternatif yang lebih aman. Selain itu, disarankan untuk memilih lawar putih yang menggunakan santan sebagai pengikat bumbu, sehingga memberikan rasa yang lebih kaya.
Lawar sering kali dihidangkan sebagai pelengkap Nasi Campur Bali, sehingga menambah dimensi rasa pada hidangan utama tersebut. Proses pembuatan Lawar yang melibatkan berbagai bahan dan bumbu mencerminkan kompleksitas kuliner yang ada di Bali. Selain kelezatannya, hidangan ini juga menyimpan makna budaya yang dalam, karena sering disajikan dalam berbagai upacara adat dan perayaan, menjadikannya bagian penting dari tradisi masyarakat Bali.
3. Nasi Campur Bali: Pesta Rasa dalam Satu Piring
Nasi Campur Bali merupakan salah satu hidangan yang paling terkenal dan menjadi simbol dari kuliner Pulau Dewata. Dalam satu piring, hidangan ini menyajikan nasi putih yang dipadukan dengan berbagai lauk khas Bali.
Beberapa lauk yang sering disajikan bersama Nasi Campur Bali meliputi ayam suwir, sate lilit, lawar, urap, serta sambal matah yang memberikan kesegaran. Ketertarikan terhadap Nasi Campur Bali tidak hanya dirasakan oleh para wisatawan, tetapi juga oleh masyarakat lokal. Hidangan ini menjadi makanan sehari-hari bagi banyak orang Bali, yang menunjukkan betapa praktis dan lengkapnya sajian ini.
Dengan mencicipi Nasi Campur Bali, Anda akan mendapatkan kesempatan untuk menikmati berbagai makanan khas Bali sekaligus, menjadikannya pilihan yang sangat efisien untuk menjelajahi ragam kuliner. Setiap elemen dalam Nasi Campur Bali memiliki kontribusi yang signifikan dalam menciptakan keseimbangan rasa. Kombinasi antara gurih, pedas, dan segar dari berbagai lauknya membuat hidangan ini sangat menggugah selera dan menjadi pilihan yang wajib dicoba saat Anda berada di Bali.
4. Rujak Kuah Pindang dan Rujak Bulung: Kesegaran Unik Khas Bali
Rujak Kuah Pindang memberikan pengalaman rasa yang berbeda dibandingkan dengan rujak buah yang biasa kita temui. Dengan siraman air ikan pindang yang telah dibumbui, rujak ini menciptakan kombinasi rasa pedas, asam, dan gurih yang sangat menyegarkan. Beragam buah seperti mangga, nanas, pepaya, dan kedondong digunakan dalam sajian ini, sehingga menambah tekstur serta kesegaran yang dihadirkan.
Di sisi lain, Rujak Bulung merupakan variasi rujak yang lebih inovatif, memanfaatkan rumput laut (bulung) sebagai bahan utama. Rumput laut ini disajikan dengan kuah pindang dan kelapa parut, menciptakan rasa segar, pedas, dan sedikit asam yang sangat khas. Kedua jenis rujak ini mencerminkan inovasi kuliner Bali dalam memanfaatkan bahan-bahan lokal. Baik Rujak Kuah Pindang maupun Rujak Bulung merupakan pilihan yang ideal untuk menyegarkan diri saat cuaca Bali yang panas. Keduanya menawarkan pengalaman rasa yang unik dan autentik, jauh dari kesan rujak yang biasa, dan menjadi bukti akan kekayaan kuliner yang ada di Bali.
5. Tum Ayam: Kelezatan Ayam Berbumbu dalam Daun Pisang
Tum Ayam merupakan sajian tradisional dari Bali yang sering dianggap sebagai versi lokal dari pepes ayam. Dalam hidangan ini, ayam yang digunakan dibumbui dengan perpaduan rempah-rempah khas Bali dan sedikit cabai, menciptakan rasa pedas yang sangat menggugah selera. "Bumbu yang kaya ini membuat Tum Ayam sangat aromatik dan lezat." Proses pembuatan Tum Ayam melibatkan pembungkusan ayam yang telah dibumbui menggunakan daun pisang, lalu dimasak dengan santan. Pembungkus daun pisang tidak hanya memberikan aroma khas yang menggoda, tetapi juga berfungsi untuk menjaga kelembaban serta meresapkan bumbu ke dalam daging ayam.
Hasil akhir dari proses ini adalah hidangan yang memiliki rasa pedas, gurih, dan aroma yang sangat kuat. Tum Ayam menjadi pilihan yang ideal bagi Anda yang menyukai hidangan ayam dengan bumbu yang kaya dan pedas. Hidangan ini sering disajikan sebagai pendamping nasi hangat, sehingga memberikan pengalaman kuliner yang autentik dan sangat memuaskan. Dengan setiap suapan, Anda akan merasakan perpaduan rasa yang harmonis dan kelezatan yang sulit dilupakan.
6. Tipat Blayag: Ketupat Khas Buleleng dengan Kuah Kaya Rasa
Tipat Blayag merupakan sajian tradisional yang berasal dari Buleleng, Bali Utara, dan menawarkan perpaduan yang unik antara ketupat dan berbagai jenis lauk. Ketupat yang digunakan terbuat dari daun enau atau daun aren, sehingga memberikan tekstur dan aroma yang khas. Hidangan ini biasanya disajikan bersama urap, suwiran ayam, telur rebus, atau bahkan sate lilit, sehingga menciptakan sebuah sajian yang lengkap dan beragam.
Kelezatan Tipat Blayag sangat dipengaruhi oleh kuah khasnya yang kaya rasa. Kuah ini dibuat menggunakan bumbu-bumbu tradisional Bali, yang memberikan sentuhan gurih dan sedikit pedas, sehingga menyempurnakan hidangan tersebut. Kombinasi antara ketupat yang lembut, berbagai lauk pauk, dan kuah yang medok menjadikan Tipat Blayag sebagai hidangan yang sangat memuaskan.
Tipat Blayag adalah contoh nyata dari kekayaan kuliner yang dimiliki oleh daerah Bali dan sangat layak untuk dieksplorasi. Hidangan ini tidak hanya dapat mengenyangkan, tetapi juga memperkenalkan Anda pada cita rasa autentik Buleleng yang mungkin belum banyak diketahui oleh para wisatawan. Dengan mencicipi Tipat Blayag, Anda akan merasakan keunikan dan kelezatan kuliner Bali yang sesungguhnya.
7. Sate Lilit Khas Bali
Berbeda dengan sate pada umumnya, sate lilit Bali dibuat dari daging cincang yang dicampur bumbu halus, lalu dililitkan ke batang serai atau bambu pipih. Proses memasaknya dengan cara dibakar, menghasilkan aroma yang sangat menggoda.
Teksturnya lembut dan rasa rempahnya meresap sempurna, menjadikannya camilan atau lauk yang disukai banyak wisatawan. Karena tidak menggunakan tusuk tajam, sate lilit juga jadi pilihan aman dan praktis untuk anak-anak.
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.
Fashion8 Model Tunik Batik Kombinasi 2 Warna, Inspirasi Tampilan Simpel Tapi Anggun Berkarisma
Cari delapan model tunik batik dengan kombinasi dua warna yang tidak kaku dan memberikan kesan kasual yang tetap elegan.
Food7 Resep Makanan Tinggi Antioksidan untuk Kulit Glowing dan Tubuh Fit, Bisa Dicoba
Anda akan mengetahui cara kombinasi bahan alami bersinergi melawan radikal bebas, merawat elastisitas kulit, dan menjaga kelembapan dari dalam.
Fashion7 Model Rambut yang Cocok untuk Rahang Lebar, Inspirasi Maksimalkan Penampilan
Apakah Anda ingin wajah terlihat lebih seimbang? Berikut ini tujuh gaya rambut yang ideal untuk rahang lebar, yang bisa memperhalus garis wajah dan meningkatkan penampilan Anda.
Lifestyle7 Rumah Minimalis 2 Lantai Lebar 6 Meter Tampak Depan, Inspirasi Hunian di Lahan Terbatas
Berikut adalah contoh desain fasad rumah minimalis 2 lantai berukuran 6 meter yang mengintegrasikan keindahan modern dan fungsi maksimal untuk lahan terbatas.
Fashion8 Model Gamis Brokat Mewah dan Elegan yang Lagi Tren di 2025, Stylish Abis
Cari 8 model gamis brokat yang mewah dan elegan, sedang populer, untuk menambah rasa percaya diri Anda.