Rahasia Bakwan Jagung Tetap Nempel saat Digoreng, Hindari Kesalahan Ini

3 weeks ago 9

Fimela.com, Jakarta Bakwan jagung, camilan lezat yang juga sering dijadikan lauk pendamping, telah lama menjadi favorit di kalangan masyarakat Indonesia. Dengan cita rasa gurih dan tekstur yang renyah, hidangan ini cocok dinikmati sebagai pelengkap nasi atau sekadar teman bersantai di sore hari.

Namun, tantangan yang kerap dihadapi para pembuat bakwan jagung adalah adonan yang tidak menyatu dengan baik ketika digoreng. Hal ini tentu saja dapat mengurangi kenikmatan dan keindahan tampilan bakwan, serta membuat proses memasaknya menjadi lebih sulit.

Apa sebenarnya penyebab bakwan jagung tidak menyatu dengan sempurna saat digoreng? Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas berbagai kesalahan umum yang sering terjadi, serta membagikan tips dan resep jitu agar bakwan jagung Anda selalu renyah, tidak lengket, dan matang dengan sempurna.

Berikut resep dan video tutorial membuat bakwan jagung ala Manado

Penyebab Bakwan Jagung Enggak Menempel

Ada beberapa faktor krusial yang sering kali menjadi pemicu bakwan jagung tidak menempel atau bahkan hancur saat proses penggorengan. Memahami kesalahan-kesalahan ini adalah langkah awal untuk menghasilkan bakwan yang sempurna. Berikut kesalahan yang umum terjadi:

1. Adonan Terlalu Kering atau Terlalu Basah

Jika adonan terlalu kering, bahan-bahan tidak bisa saling merekat. Sebaliknya, jika terlalu basah, bakwan akan sulit membentuk struktur dan cenderung menyebar di minyak.

Solusi: Pastikan perbandingan tepung dan air seimbang. Gunakan sendok makan untuk mengukur kekentalan adonan agar pas---tidak encer dan tidak kaku.

2. Kurang Tepung Pengikat

Tepung adalah bahan utama yang membuat bakwan bisa menyatu. Jika terlalu sedikit, maka jagung dan isian lain akan tercerai berai saat digoreng.

Solusi: Gunakan kombinasi tepung terigu dan sedikit tepung beras untuk hasil renyah dan menyatu. Bisa juga tambahkan telur sebagai pengikat tambahan.

3. Minyak Belum Cukup Panas

Minyak yang belum panas sempurna akan membuat adonan menyerap minyak dan hancur sebelum sempat mengeras.

Solusi: Panaskan minyak hingga benar-benar panas (cek dengan tusuk kayu---jika muncul gelembung, berarti siap).

4. Mengaduk Adonan Terlalu Kasar atau Terlalu Lembut

Jagung segar yang terlalu kasar atau isian yang berat bisa membuat adonan tidak seimbang.

Solusi: Serut sebagian jagung atau cincang halus agar bisa membantu merekatkan dengan tepung.

Tips Jitu agar Bakwan Jagung Renyah dan Menempel

Untuk mengatasi masalah bakwan jagung yang menempel dan memastikan hasilnya renyah maksimal, ada beberapa tips praktis yang bisa diterapkan.

1. Gunakan Perbandingan Tepung yang Tepat

Campurkan tepung terigu dengan sedikit tepung beras atau tapioka. Tepung beras membantu tekstur jadi lebih renyah dan membantu adonan menempel.

2. Tambahkan Telur sebagai Perekat

Telur berfungsi sebagai pengikat alami, membuat bakwan lebih mudah menyatu dan tidak mudah hancur saat digoreng.

3. Jangan Terlalu Banyak Air

Pastikan adonan cukup kental, tidak terlalu cair agar bahan-bahan bisa saling merekat. Adonan yang pas akan membentuk gumpalan sempurna saat digoreng.

4. Panaskan Minyak dengan Suhu yang Tepat

Minyak harus benar-benar panas sebelum memasukkan adonan. Minyak yang panas membuat bakwan langsung mengeras dan tidak menyerap minyak berlebihan.

5. Jangan Sering Dibalik

Biarkan bagian bawah bakwan mengeras dan kecokelatan sebelum dibalik agar tidak mudah hancur.

6. Gunakan Jagung yang Segar dan Tidak Terlalu Basah

Jagung segar dengan kadar air rendah akan membuat adonan tidak mudah berair dan lebih kokoh.

7. Tambahkan Bumbu Secukupnya

Bumbu seperti bawang putih, bawang merah, dan daun bawang tidak hanya memberi rasa, tapi juga membantu tekstur bakwan jadi lebih enak.

Resep Bakwan Jagung Renyah

Berikut panduan resep bakwan jagung yang telah disesuaikan untuk menghasilkan tekstur renyah dan mencegah adonan menempel. Resep ini menggabungkan tips-tips penting yang telah disebutkan sebelumnya.

Bahan-bahan:

  • 2 buah jagung manis, pipil atau serut.
  • 150 gram tepung terigu.
  • 50 gram tepung beras.
  • 1 butir telur.
  • 1 batang daun bawang, cincang halus.
  • 2 batang seledri, cincang halus.
  • 1/2 sendok teh garam.
  • 1/2 sendok teh kaldu bubuk (opsional).
  • Sedikit soda kue (seujung sendok teh) untuk kerenyahan.
  • 5 sendok makan minyak goreng (untuk adonan, sesuaikan).
  • Minyak goreng secukupnya untuk menggoreng.

Bumbu Halus:

  • 2 siung bawang putih.
  • 3 siung bawang merah.
  • 1 sdt ketumbar.
  • Cabai sesuai selera (opsional).
  • 2 cm kunci (opsional).
  • 1 butir kemiri (opsional).

Cara Membuat:

  1. Siapkan Jagung: Bersihkan jagung, pipil atau serut. Sebagian jagung (sekitar 1/4) bisa dihaluskan atau diparut, sisanya biarkan utuh. Pastikan jagung sudah kering dari sisa air cucian.
  2. Haluskan Bumbu: Haluskan bawang merah, bawang putih, ketumbar, dan bumbu halus lainnya.
  3. Campur Bahan Kering: Dalam wadah, campurkan tepung terigu, tepung beras, garam, dan kaldu bubuk. Aduk rata.
  4. Buat Adonan Dasar: Masukkan bumbu halus ke dalam campuran tepung. Tambahkan telur dan minyak goreng ke dalam adonan. Aduk hingga tercampur rata.
  5. Masukkan Jagung dan Bahan Lain: Setelah adonan dasar siap, masukkan jagung pipil (utuh dan dihaluskan), irisan daun bawang, dan seledri. Aduk perlahan hingga semua bahan menyatu.
  6. Diamkan Adonan: Diamkan adonan sebentar agar bumbu dan jagung menyatu.
  7. Panaskan Minyak: Panaskan minyak goreng dalam jumlah banyak dengan api sedang hingga benar-benar panas (suhu ideal 170--180 derajat Celsius).
  8. Goreng Bakwan: Ambil satu sendok makan adonan, lalu masukkan ke dalam minyak panas. Goreng hingga matang dan berwarna kuning kecoklatan.
  9. Tiriskan: Angkat bakwan jagung dan tiriskan di atas saringan kawat atau tisu dapur untuk menyerap kelebihan minyak. Sajikan selagi hangat.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Read Entire Article
Food |